Akun Instagram RSUD NAS Sempat Diretas, Ada Warga Tertipu Tebus Emas Rp10 Juta

Sekretaris Diskominfo Kulon Progo, Chris Agung membenarkan bahwa akun Instagram RSUD NAS sempat diretas oleh orang tak bertanggung jawab.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa/Tangkapan layar akun Instagram RSUD NAS Kulon Progo
DIRETAS: Unggahan di akun Instagram RSUD Nyia Ageng Serang Kulon Progo yang menyatakan bahwa akun Instagram telah kembali normal pada Selasa (09/06/2026). Akun tersebut sempat diretas oleh orang tak dikenal pada Senin (08/06/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Akun Instagram RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo sempat diretas dan digunakan untuk mengunggah konten giveaway emas palsu.
  • Diskominfo Kulon Progo segera memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak percaya pada informasi hadiah yang mengatasnamakan RSUD NAS.
  • Seorang warga dilaporkan mengalami kerugian Rp10 juta akibat tertipu oleh unggahan peretas, sementara akun kini telah kembali normal.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Akun Instagram resmi milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang (NAS) Sentolo dengan nama @rsudnyiagengserang sempat alami peretasan. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo pun langsung melakukan penanganan.

Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Jogja, peretasan akun Instagram RSUD NAS terjadi pada Senin (08/06/2026).

Unggahan giveaway tebus emas

Sebab unggahan terakhir menampilkan konten soal giveaway tebus murah emas Antam logam mulia seberat 25 gram.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Diskominfo Kulon Progo, Chris Agung membenarkan bahwa akun Instagram RSUD NAS sempat diretas oleh orang tak bertanggung jawab.

"Peretasan akun itu diketahui oleh tim internal kami saat melakukan pemantauan rutin terhadap aktivitas media sosial instansi pemerintah dan masyarakat," jelas Chris pada Selasa (09/06/2026).

Pihaknya langsung berkomunikasi dengan RSUD NAS dan memastikan bahwa akun Instagramnya telah diretas. Upaya penanganan pun langsung dilakukan, termasuk memberikan informasi ke masyarakat.

Chris mengatakan pihaknya langsung menyebarkan pengumuman resmi ke masyarakat melalui berbagai jejaring media sosial (medsos) daerah. Masyarakat diimbau untuk waspada dan tidak mempercayai informasi pembagian hadiah yang mengatasnamakan RSUD NAS.

"Pengumuman itu kami sampaikan selama peretasan masih terjadi," ujarnya.

Chris mengatakan pihaknya tidak bisa langsung melakukan penanganan karena tidak memiliki akses teknis langsung untuk menghapus unggahan. Alasannya, platform medsos memiliki aturan dan sistem keamanan sendiri.

Ia menjelaskan bahwa akun Instagram sebenarnya tidak mudah diretas. Itu sebabnya, ia menduga peretasan terjadi akibat faktor kelalaian manusia, seperti penggunaan kata sandi yang lemah atau akun sempat masuk di beberapa perangkat terpisah, yang membuatnya semakin mudah diretas.

"Mengingat akunnya bukan situs atau aplikasi lokal yang kami kembangkan sendiri, kami tidak bisa langsung mengoprek sistemnya," kata Chris.

Warga tertipu Rp10 juta 

Ia mengungkapkan sudah ada warga yang menjadi korban dari unggahan tersebut. Sebab warga tersebut sudah melakukan transfer uang senilai Rp 10 juta ke pelaku peretasan akun Instagram RSUD NAS lantaran tergiur dengan tawaran tersebut.

Chris pun menilai kasus peretasan ini sudah masuk ke dalam pelanggaran pidana yang serius. Sebab berpotensi besar merugikan masyarakat luas.

"Kami menyarankan agar masalah ini segera dilaporkan ke aparat penegak hukum agar bisa ditindaklanjuti secara pidana," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Tribun Jogja pada Selasa malam, akun Instagram RSUD NAS kini sudah kembali normal. Unggahan yang sebelumnya dibuat oleh peretas pun kini telah dihapus.(alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved