Hari ke-18, Teror Api di Rumah Warga Seyegan Belum Reda, Dapur dan Kandang Ayam Terbakar 

Fenomena api misterius di rumah keluarga Agusyani Mujiyanto di Mriyan X, Kasuran, Seyegan, Sleman belum reda

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/IST
TERBAKAR - Kandang ayam di lorong utara rumah terbakar pukul 01.47 WIB, pada Selasa (9/6/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Fenomena aneh berupa api misterius yang muncul tiba-tiba di rumah keluarga Agusyani Mujiyanto di Padukuhan Mriyan X, Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman belum mereda.
  • Hingaa hari ini, api masih muncul. Bahkan hingga memasuki hari ke-18 pada Selasa (9/6) hari ini, total akumulasi titik api yang muncul secara acak telah mencapai 118 kali kejadian.
  • Yang terbaru, titik api muncul di luar rumah. Pada pukul 00.05 WIB, api membakar area dapur di bagian belakang. 

 


TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN -Fenomena aneh berupa api misterius yang muncul tiba-tiba di rumah keluarga Agusyani Mujiyanto di Padukuhan Mriyan X, Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman belum mereda.

Api masih muncul. Bahkan hingga memasuki hari ke-18 pada Selasa (9/6) hari ini, total akumulasi titik api yang muncul secara acak telah mencapai 118 kali kejadian.

Insiden terbaru titik api muncul di luar rumah. Pada pukul 00.05 WIB, api membakar area dapur di bagian belakang. 

Tak berselang lama, kurang dari dua jam, tepatnya pukul 01.47 WIB, kobaran api tiba-tiba membara. 

Kali ini menghanguskan kandang ayam di lorong sisi utara rumah. Jilatan api yang cukup besar ini memicu kepanikan, penghuni rumah dibantu warga dan relawan yang terus berjaga langsung berupaya memadamkan bara. Api berhasil padam setelah diguyur air dan disemprot APAR. 

Tim dari UGM, UPN "Veteran" Yogyakarta, Tim Gegana Sat Brimob Polda DIY hingga BPPTKG telah turun ke lokasi dan melakukan observasi sejak pekan lalu. Hasilnya juga telah disampaikan ke Pemkab Sleman melalui BPBD. 

Meskipun dugaan awal mengarah pada rembesan gas dari bawah tanah, namun dari semua peneliti, belum menghasilkan kesimpulan final mengenai penyebab fenomena kebakaran berulang ini.

Terbaru, tim laboratorium geofisika eksplorasi dari UGM menerjunkan alat georadar untuk memindai lapisan bumi di rumah Agusyani, ditemukan retakan di bawah tanah. 

Temuan ini semakin menguatkan, dugaan adanya migrasi gas yang muncul dari bawah tanah. 

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga telah turun ke lapangan, ikut mengusut penyebab teror api ini.

Di lokasi, BRIN berkomitmen untuk melengkapi penelitian dari para peneliti yang telah dilakukan.

Pihak keluarga berharap, semakin banyak peneliti yang terlibat, maka dapat semakin cepat mengungkap fenomena aneh ini, sehingga segera lekas tertangani. 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved