324 Bencana Terjadi di Bantul Selama Januari 2026, Angin Kencang Paling Banyak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mencatat sepanjang Januari 2026 terjadi 324 bencana

Dokumentasi untuk Tribun Jogja/Dok. BPBD Bantul
DAMPAK GEMPA - Kolase kondisi dua unit rumah rusak di Kabupaten Bantul, usai terdampak gempa bumi pada Selasa (27/1/2026) kemarin. 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Bantul mencatat 324 bencana sepanjang Januari 2026, terbanyak angin kencang (235), gerakan tanah (42), pohon tumbang (26), kebakaran (16), banjir (3), dan gempa bumi (2), tersebar di 17 kapanewon.
  • Dampak: 100-an rumah, puluhan fasilitas umum, jalan, talud, jaringan listrik, kendaraan, dan kandang ternak rusak; satu korban luka, kerugian Rp1,062 miliar.
  • Masyarakat diimbau waspada bencana, hindari area berisiko, perhatikan listrik, dan jangan memaksa berkendara saat hujan lebat.
 
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mencatat sepanjang Januari 2026 terjadi 324 bencana.

Kejadian terbanyak meliputi angin kencang, gerakan tanah, pohon tumbang, kebakaran, banjir, dan gempa bumi.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menjelaskan, berdasarkan data, rincian jumlah kejadian bencana di antaranya 235 angin kencang, 42 gerakan tanah, 26 pohon tumbang, 16 kebakaran, tiga banjir, dan dua gempa bumi.

“Kejadian bencana tersebar merata di seluruh 17 kapanewon di Kabupaten Bantul,” ujar Mujahid kepada Tribunjogja.com, Selasa (17/2/2026).

Dampak Bencana terhadap Rumah dan Fasilitas

Mujahid merinci dampak bencana terhadap hunian dan fasilitas umum.

Rinciannya, 10 rumah rusak akibat gerakan tanah, 71 rumah rusak karena angin kencang, 13 rumah rusak akibat pohon tumbang, dua rumah rusak karena gempa bumi, dan empat rumah rusak karena kebakaran.

Kemudian sembilan unit tempat usaha rusak akibat angin kencang dan empat unit rusak karena kebakaran.

Untuk fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat angin kencang berjumlah tujuh titik dan satu titik rusak akibat pohon tumbang.

Lalu untuk infrastruktur, ada 10 ruas jalan yang terdampak akibat gerakan tanah, 84 terdampak angin kencang, dan sembilan terdampak pohon tumbang.

Sementara untuk talud dan tebing yang rusak berjumlah 15 titik, jaringan listrik yang rusak sebanyak 49 titik.

Kemudian angin kencang juga menyebabkan empat kendaraan mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon.

Serta tujuh kandang ternak milik warga mengalami kerusakan akibat angin kencang, pergerakan tanah dan kebakaran.

BPBD Bantul mencatat tidak ada korban jiwa, namun terdapat satu korban luka akibat pohon tumbang. Kerugian material sepanjang Januari 2026 diperkirakan mencapai Rp1,062 miliar.

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Bantul: Pohon Tumbang dan Talud Longsor di Empat Kapanewon

Imbauan BPBD Bantul

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved