Cuaca Ekstrem di Bantul: Pohon Tumbang dan Talud Longsor di Empat Kapanewon
BPBD Bantul mencatat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bantul pada Senin (16/2/2026) kemarin menyebabkan sejumlah kerusakan di empat kapanewon.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Cuaca ekstrem di Bantul pada Senin (16/2/2026) menyebabkan pohon tumbang dan talud longsor di empat kapanewon, tersebar di enam titik.
- Longsor terparah terjadi di Tamantirto, Kasihan, dengan talud sepanjang 10 m ambrol, kerugian sekitar Rp20 juta, ditutup darurat dengan terpal.
- Tidak ada korban jiwa, namun kerusakan rumah, jalan, dan kandang ternak tercatat, estimasi kerugian mencapai jutaan rupiah.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bantul pada Senin (16/2/2026) kemarin menyebabkan sejumlah kerusakan di empat kapanewon.
Kerusakan itu meliputi pohon tumbang yang menimpa rumah hingga talud longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengatakan, kejadian itu tersebar di enam titik yakni satu titik di Kapanewon Kasihan, satu titik di Kapanewon Piyungan, dua titik di Kapanewon Banguntapan, dan dua titik di Kapanewon Sedayu.
"Tidak ada korban jiwa dari kejadian itu, namun terdapat estimasi kerusakan mencapai jutaan rupiah," katanya, saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Selasa (17/2/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyampaikan hujan lebat yang disertai angin kencang menyebabkan tanah longsor di wilayah Tamantirto.
Talud sepanjang 10 meter ambrol akibat aliran air dari selokan merembes ke bagian bawah sehingga membuat talud tak kuat menahan hingga akhirnya longsor.
"Untuk kejadian di Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan itu berupa tanah longsor di dekat bangunan pemerintah provinsi DIY," jelas dia.
Baca juga: Tradisi Padusan Jelang Ramadan, Satpol PP DIY Imbau Masyarakat Utamakan Keselamatan
"Panjang longsor itu sekitar 10 meter, luas 0,5 meter, dan tinggi tiga meter. Untuk estimasi kerusakan diperkirakan mencapai Rp20 juta," terangnya.
Untuk mencegah longsoran meluas, BPBD Bantul langsung menutup titik yang longsor dengan menggunakan terpal.
Langkah darurat itu dilakukan karena jika terus diguyur hujan, berpotensi terjadi longsor susulan yang bisa mengancam rumah dinas.
Lalu tanah longsor juga terjadi di Tambalan, Srimartani, Piyungan. Sebuah talud jalan kabupaten ambrol sepanjang empat meter dan ketinggian tiga meter.
Warga bersama relawan dijadwalkan melaksanakan kerja bakti membersihkan material longsoran.
Untuk mencegah longsoran meluas, BPBD Bantul juga sudah memberikan dua terpal untuk mengantisipasi kejadian serupa.
"Di lokasi itu merupakan tanah gembur, sehingga berpotensi terjadi ambrol susulan, memutus akses jalan kabupaten dan akses jalan ke tiga padukuhan setempat. Kemudian, tanah yang ambrol menutupi jalur air dan gorong-gorong," paparnya.
| Antisipasi Kebakaran saat Musim Kemarau, BPBD Bantul Imbau Warga Tak Bakar Sampah Sembarangan |
|
|---|
| Musim Kemarau Tiba, BPBD Bantul Ingatkan Warga: Jangan Asal Bakar Sampah dan Buang Puntung Rokok |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Terjang Sleman: Talud Longsor dan Infrastruktur di 6 Kapanewon Rusak |
|
|---|
| Breaking News : Hujan Deras Guyur Kota Yogya Dini Hari Tadi, Talud di Tegalrejo Longsor |
|
|---|
| Dampak Hujan Angin di Sleman: Pohon Tumbang Timpa Dua Rumah Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cuaca-Ekstrem-di-Bantul-Pohon-Tumbang-dan-Talud-Longsor-di-Empat-Kapanewon.jpg)