Cuaca Ekstrem Landa Kota Yogya

Breaking News : Hujan Deras Guyur Kota Yogya Dini Hari Tadi, Talud di Tegalrejo Longsor 

BPBD Kota Yogyakarta mencatat dua kejadian talud longsor di wilayah Tegalrejo, serta kerusakan atap bangunan masjid di Kemantren Wirobrajan.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Dok BPBD Kota Yogya
LONGSOR : Talud setinggi 18 meter dengan panjang 9 meter dilaporkan longsor dan merusak area dapur rumah milik penduduk di wilayah Saudagaran, Kota Yogya, Rabu (8/4/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Yogyakarta pada Rabu (8/4/2026) dini hari, memicu sejumlah kejadian bencana.

​Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mencatat dua kejadian talud longsor di wilayah Tegalrejo, serta kerusakan atap bangunan masjid di Kemantren Wirobrajan.

​Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menyampaikan, cuaca ekstrem ini sebelumnya sudah diprediksi oleh BMKG dengan mengeluarkan peringatan dini.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejak pukul 02.16 WIB.

​"Kondisi cuaca ekstrem terpantau cukup merata di hampir seluruh wilayah Kota Yogyakarta dan berlangsung hingga sekitar subuh," ujarnya.

​Dampak paling signifikan dilaporkan terjadi di wilayah Kemantren Tegalrejo, dengan dua titik talud milik Dinas PUPR yang mengalami longsor akibat tak kuat menahan debit air.

Baca juga: Mengenal Burung Branjangan Srikayangan yang Jadi Maskot Porda Kulon Progo 2027

​Titik pertama berada di Sudagaran dengan dimensi talud setinggi 15 meter dan panjang 10 meter, yang berdampak pada kerusakan kamar mandi dan kandang ayam milik warga setempat.

​Tak jauh dari lokasi pertama, talud setinggi 18 meter dengan panjang 9 meter juga dilaporkan longsor dan berdampak langsung pada area dapur rumah milik penduduk.

​"Untuk di Tegalrejo, tim TRC sudah berada di lokasi untuk melakukan asesmen. Kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal untuk menutup area longsoran agar tidak meluas jika kembali diguyur hujan," jelasnya.

​Selain kejadian longsor, cuaca ekstrem juga merusak atap Masjid Al Barokah yang berlokasi di Jalan Menjangan, Kelurahan Pakuncen, Kemantren Wirobrajan. 

Atap dan kerangka teras masjid dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 12 meter tersebut, dilaporkan mengalami kerusakan serius dan masih dalam proses penanganan.

"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai maupun di dekat lereng talud," ucap Kalak BPBD. (aka)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved