Tradisi Padusan Jelang Ramadan, Satpol PP DIY Imbau Masyarakat Utamakan Keselamatan

Sejumlah lokasi sumber air di wilayah DI Yogyakarta mulai ramai didatangi warga yang hendak menjalankan padusan jelang datangnya bulan Ramadan

Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Bagas Senoaji. 

Ringkasan Berita:
  • Pemda DIY melalui Satpol PP mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas mandi di lokasi berisiko, seperti sungai dan pantai saat tradisi padusan
  • Satpol PP DIY menyiagakan ratusan personel SAR yang disebar di sejumlah titik rawan, meliputi kawasan Sadeng, Baron, Parangtritis, Samas, Glagah, Waduk Sermo, hingga Kaliurang, ditambah bantuan operasi.
  • Langkah ini sebagai upaya mitigasi agar tradisi masyarakat tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagian masyarakat Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memiliki cara tersendiri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini ialah padusan, yakni ritual mandi bersama di sumber air yang dilakukan sehari menjelang puasa dimulai.

Tradisi ini tidak sekadar menjadi praktik spiritual, tetapi juga berkembang sebagai peristiwa budaya tahunan yang mengundang partisipasi luas masyarakat.

Tahun ini, penentuan awal Ramadhan kembali menjadi penanda dimulainya tradisi tersebut.

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini membuat sejumlah lokasi sumber air di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah mulai ramai didatangi warga yang hendak menjalankan padusan.

Imbauan untuk Masyarakat

Menjelang padusan tahun ini, kondisi cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) justru tengah kurang bersahabat.

Aparat pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas mandi di lokasi berisiko, seperti sungai dan pantai.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DIY, Bagas Senoaji, mengatakan faktor keselamatan harus menjadi pertimbangan utama, terlebih beberapa hari terakhir wilayah DIY dilanda cuaca ekstrem.

“Jadi kalau berkaitan dengan cuaca itu teman-teman SAR selalu siap siaga mengingatkan bagi masyarakat, mungkin yang melaksanakan wisata kan ini liburan empat hari cukup menarik perhatian untuk wisatawan berkunjung ke Jogja,” ujar Bagas.

Ia menegaskan, masyarakat tidak harus menjalankan padusan di kawasan pantai.

“Jadi saya juga mengimbau kepada masyarakat mungkin yang berkunjung ke Jogja, mungkin masyarakat yang akan melakukan padusan, carilah tempat padusan yang mungkin aman, tidak harus di pantai,” imbuhnya.

Baca juga: 100 Personel SAR Kawal Ritual Padusan Jelang Ramadan di Pantai Parangtritis Bantul Hari Ini

Fokus Pengamanan dan Pencegahan

Menurut dia, unsur pencarian dan pertolongan dari SAR Satlinmas Rescue Istimewa akan terus melakukan patroli serta memberikan peringatan kepada pengunjung di kawasan pesisir.

“Kita kan lebih cenderung ke pencegahan ya. Lebih baik kita mencegah daripada kita istilahnya menolong korban,” ucapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved