Selama Ramadan, Jam Sekolah di Sleman Dipangkas, Siswa Pulang Lebih Awal
Siswa dapat pulang lebih awal dari biasanya untuk menjalankan ibadah di rumah bersama keluarga dan masyarakat.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Disdik Sleman memberlakukan penyesuaian jam belajar siswa selama Ramadan. Kebijakan ini memangkas durasi setiap jam pelajaran sebesar 5 menit dari ketentuan normal.
- Jenjang sekolah dasar yang semula 35 menit per jam pelajaran, selama Ramadan dikurangi menjadi 30 menit.
- Jenjang PAUD/TK menjadi 25 menit per jam pelajaran dari semula 30 menit.
- Jenjang menengah pertama dari semula 40 menit per jam pelajaran akan dikurangi menjadi 35 menit.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman memberlakukan penyesuaian jam belajar siswa selama bulan Ramadan 1447 Hijriyah. Kebijakan ini memangkas durasi setiap jam pelajaran sebesar 5 menit dari ketentuan normal.
Alhasil para siswa dapat pulang lebih awal dari biasanya untuk menjalankan ibadah di rumah bersama keluarga dan masyarakat.
Pengurangan durasi jam pelajaran
Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD, Disdik Sleman Akhmad Ritaudin mengatakan, jenjang sekolah dasar yang semula 35 menit per jam pelajaran, selama Ramadan dikurangi menjadi 30 menit. Jenjang PAUD/TK menjadi 25 menit dari semula 30 menit. Begitu juga jenjang menengah pertama dari semula 40 menit per jam pelajaran akan dikurangi menjadi 35 menit.
"Hal ini menyebabkan murid pulang lebih awal dibandingkan pembelajaran di bulan lain," katanya, tempo hari.
Ia mencotohkan, jam pelajaran bagi siswa SD kelas I dan 2, masuk pukul 07.00 dan pulang 11.15 WIB dengan rata-rata sehari belajar 8 jam pelajaran. Sedangkan kelas 3 hingga kelas 6 SD berangkat di jam sama namun pulang pukul 11.45 karena di sela pelajaran ada jam istirahat 15 menit. Khusus hari Jumat siswa pulang lebih awal lagi yaitu pukul 10.00 WIB karena hanya 6 jam pelajaran.
Jam pelajaran tersebut sudah termasuk pembiasaan pagi seperti mengaji, sholat dhuha, hafalan surat pendek dan pembiasaan keagamaan lainnya. Akhmad mengatakan, kegiatan ini hanya sebagai gambaran secara umum. Namun setiap sekolah memiliki kekhasan masing-masing dalam mengisi kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan.
"Harapannya ketika anak anak belajar di satuan pendidikan, selain anak mendapatkan pelajaran intrakurikuler juga mendapatkan motivasi dari guru tentang nilai religius, toleransi dan kepedulian sosial," ujarnya.
Libur awal ramadan
Terkait libur Ramadan, Akhmad mengaku belum mendapatkan surat resmi dari Kementerian Pendidikan dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Namun berdasarkan informasi resmi dari sumber media sosial @kemenko_pmk disebutkan bahwa libur awal Ramadan dimulai tanggal 18 Februari sampai 20 Februari 2026. Kemudian ditambah libur akhir pekan Sabtu dan Minggu tanggal 21-22 Februari 2026.
Ketika libur, pihaknya mengimbau agar kegiatan di sekolah mengedepankan program penguatan karakter. Misalnya, pembiasan ibadah, aktivitas literasi keagamaan dan ketika pulang anak anak bisa beraktivitas bersama keluarga dan lingkungan masyarakat seperti takjilan dan mengaji.
"Kegiatan ini akan kami pantau," katanya. Sedangkan pembelajaran tatap muka bulan Ramadan dimulai tanggal 23 Februari hingga 13 Maret 2026.(*)
| Guru Jadi Ujung Tombak Perkuat Edukasi soal Geopark Jogja, Dimulai dari MPLS |
|
|---|
| Soal Sengketa Pesangon Buruh PT MTG, Dewan Janji Agendakan Pertemuan Ulang |
|
|---|
| Buruh PT MTG Kecewa, Harapan soal Pesangon Layak Lagi-lagi Kandas, Direksi Kembali Mangkir |
|
|---|
| Pemuda Atambua Ditemukan Tewas di Kamar Kos Blimbingsari Sleman |
|
|---|
| Pencuri 7 Bilah Demung Gamelan UGM Ditangkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jadwal-Siswa-Belajar-di-Rumah-Selama-Ramadan-hingga-Idul-Fitri-2025.jpg)