GKR Hemas Raih Penghargaan Kepemimpinan Advokasi Publik
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprah konsisten GKR Hemas dalam mengawal aspirasi masyarakat, khususnya terkait perempuan
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- GKR Hemas meraih penghargaan dalam Indonesia Leading Women Awards 2026 atas kiprahnya dalam advokasi publik.
- Penghargaan ini mengakui perannya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya perempuan, daerah, dan budaya.
- Ia menegaskan pentingnya memperluas kesempatan perempuan serta terus mendorong advokasi berbasis kebutuhan masyarakat.
TRIBUNJOGJA.COM - Komitmen panjang dalam memperjuangkan kepentingan publik kembali mengantarkan Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, meraih penghargaan Outstanding Leader in Public Advocacy and Representation dalam ajang Indonesia Leading Women Awards 2026.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprah konsisten GKR Hemas dalam mengawal aspirasi masyarakat, khususnya terkait perempuan, daerah, dan kebudayaan.
Kiprah perempuan, cerminan dunia
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pendiri dan Ketua Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, dalam acara bertema “Empowered Women, Empowering the Nation” di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.
Momen ini turut dihadiri Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang mendampingi GKR Hemas.
Usai menerima penghargaan, GKR Hemas menilai kemajuan perempuan Indonesia saat ini telah melampaui sekadar capaian domestik. Menurut senator yang bernama asli Tatiek Dradjad Suprihastuti ini, kiprah perempuan Indonesia kini telah menjadi cerminan bagi dunia, terutama dalam hal akses pendidikan dan kesempatan berkarya yang semakin terbuka.
“Dari perjuangan Ibu Kartini, kita kini lebih maju dalam pendidikan dan ruang berkarya. Perempuan Indonesia tidak hanya menjadi tolok ukur di dalam negeri, tetapi juga bagi dunia. Mereka kian tangguh dan berdaya, termasuk di pemerintahan dan legislatif,” ungkap GKR Hemas.
Perluas ruang bagi perempuan
Meski demikian, GKR Hemas memberikan catatan kritis bahwa ruang dan kesempatan bagi perempuan masih perlu terus diperluas agar tercipta kesetaraan yang hakiki.
“Perempuan Indonesia itu sebenarnya sudah terlihat berani dan tangguh. Namun, kesempatan yang diberikan masih belum sepenuhnya merata, sehingga perlu diimbangi dengan akses yang setara,” tandas istri Sultan Hamengku Buwono X tersebut.
Sebagai senator yang konsisten mengadvokasi penguatan peran daerah serta pelestarian nilai budaya, GKR Hemas menegaskan bahwa advokasi publik harus berpijak pada nilai lokal dan keberpihakan pada masyarakat akar rumput. Ia menekankan pentingnya interaksi langsung dalam merumuskan kebijakan.
“Saya percaya advokasi sejati lahir dari mendengarkan langsung keluhan warga, bukan dari ruang-ruang rapat tertutup. Karena itu, saya akan terus mendorong agar suara daerah tidak tenggelam dalam arus kebijakan yang sentralistis,” tegas GKR Hemas.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai ujung tombak perubahan sosial. Menurutnya, keberanian satu perempuan untuk bersuara bagi kepentingan publik akan membuka jalan bagi perempuan lainnya. “Penghargaan ini adalah pengingat pekerjaan kita masih sangat panjang,” imbuhnya.
Ruang apresiasi bagi perempuan
Ketua Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, menyampaikan bahwa ajang Indonesia Leading Women Awards 2026 menjadi ruang apresiasi bagi perempuan inspiratif dari berbagai sektor yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui ajang Indonesia Leading Women Awards, kami ingin mengirimkan pesan kuat bahwa keberhasilan bangsa ini tidak lepas dari kepemimpinan para perempuan yang tangguh. Ini bukan sekadar pemberian trofi, tetapi tentang jejak yang telah ditinggalkan oleh perempuan-perempuan hebat bagi bangsa kita,” terang Anita.
Ajang ini diikuti oleh lebih dari 30 perempuan inspiratif yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari publik, bisnis, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga seni, budaya, dan sains. Melalui apresiasi ini, diharapkan muncul dorongan bagi lebih banyak perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan.
| Pesan Menyentuh Sri Sultan HB X: Kanker Itu Ujian Kemanusiaan, Butuh Ruang Empati |
|
|---|
| Titah Sri Sultan HB X kepada 392 Lurah se-DIY soal Dana Kalurahan |
|
|---|
| Anggota DPD RI Soroti Kasus Little Aresha Daycare di Yogyakarta, Tegaskan Pengawalan Hingga Tuntas |
|
|---|
| Banyak Kebijakan 'Kejutan' Turun ke Daerah, DPD RI Pertanyakan Fungsi Perencanaan Bappenas |
|
|---|
| Sambangi Fisipol UGM, DPD RI Dorong Paradigma Pembangunan Pro-Lingkungan Melalui 'Green Democracy' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/GKR-Hemas-Raih-Penghargaan-Kepemimpinan-Advokasi-Publik.jpg)