Soal Sengketa Pesangon Buruh PT MTG, Dewan Janji Agendakan Pertemuan Ulang

Ia menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat pihaknya tidak akan tinggal diam. Lembaga legislatif dipastikan akan terus mengawal kasus ini

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
TAGIH JANJI: Ratusan buruh PT MTG saat mendatangi DPRD Sleman, Selasa (28/4/2026). Mereka datang ke gedung wakil rakyat untuk menagih janji sekaligus menuntut keadilan setelah pertemuan lanjutan di Disnaker Sleman yang membahas pesangon layak gagal menemui kesepakatan karena pihak direksi perusahaan tidak hadir. 
Ringkasan Berita:
  • Direksi PT MTG kembali mangkir dari musyawarah di Disnaker Sleman.
  • Buruh kecewa dan mengadu ke DPRD Sleman untuk mencari solusi.
  • DPRD berjanji mengawal kasus dan berencana mempertemukan kembali buruh dengan direksi.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sengketa pesangon antara ratusan buruh PT Mataram Tunggal Garment (MTG) dengan pihak direksi belum menemui titik temu. Setelah pihak direksi kembali mangkir dalam musyawarah di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman, Selasa (28/4/2026), para buruh yang kecewa langsung mengadukan nasib mereka ke gedung wakil rakyat.

Massa yang datang ditemui Ketua Fraksi PPP-NasDem DPRD Sleman, Untung Basuki Rahmat. Ia menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat pihaknya tidak akan tinggal diam. Lembaga legislatif dipastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas melalui fungsi pengawasan dan mediasi.

"Akan kami bantu mediasi sampai ketemu solusi yang terbaik, tentunya sesuai dengan kewenangan kami," ujar Untung, setelah menemui perwakilan buruh.

Akan pertemukan kembali buruh dan direksi

Terkait gagalnya musyawarah di Disnaker akibat absennya perusahaan, Untung menyatakan bahwa upaya pencarian solusi belum berakhir. Meski secara prosedural mediasi formal di Disnaker telah menemui jalan buntu, DPRD berencana mengambil inisiatif untuk mempertemukan kembali pihak-pihak terkait.

"Mediasi (formal) sudah selesai, tapi kan belum ada solusinya. Jadi kami akan agendakan lagi. Nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan," katanya. 

Terkait rencana agenda pertemuan ulang tersebut, kata dia, DPRD tidak menutup kemungkinan akan memanggil kembali pihak Disnaker, perwakilan pekerja, maupun pihak direksi perusahaan. Tujuannya untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi. 

"Bisa jadi kamu undang lagi, bisa (undang) dinasnya. Kalau pihak perusahaan, bisa iya, bisa tidak. Teman-teman pekerja juga bisa iya, bisa tidak,"ujarnya. 

Kekecewaan buruh

Sebagimana diketahui, kekecewaan buruh memuncak setelah pihak perusahaan hanya mengirimkan surat pembatalan hadir sesaat sebelum musyawarah dimulai, pada Selasa (28/4/2026).

Ketua PUK Serikat Pekerja PT MTG, Dwi Ningsih mengaku kecewa atas sikap direksi yang kembali mangkir dari pertemuan. Ia menilai sikap tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap institusi daerah.

"Bukan hanya Disnaker yang disepelekan, tapi DPRD dan Bapak Bupati juga disepelekan,"kata dia.(*) 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved