Ketua BEM UGM Diteror
Ketua BEM UGM Terima Rentetan Teror Usai Bersurat ke UNICEF: Semakin Ditekan Semakin Melawan
Tidak hanya teror pesan, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu juga dikuntit oleh dua orang tidak dikenal dan difoto dari kejauhan.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Pascapengiriman surat, ia telah dihubungi oleh pensiunan UNICEF dan akan membantu menyampaikan langsung ke Direktur Eksekutif UNICEF, Chaterine Russell.
Ia menilai teror yang diterima merupakan bahasa kekuasaan. Menurut dia, apapun ekspresi rakyat yang cinta pada bangsanya harus dilindungi.
“Tidak boleh dianggap sebagai ancaman. Ketika orang yang peduli pada bangsa yang dianggap ancaman, maka orang-orang yang akan bertahan adalah mereka yang cenderung menjajah negaranya dengan cara memperbaiki mulutnya supaya Bapak senang, supaya Bapak Presiden senang,” lanjutnya.
Tiyo menjelaskan teror-teror serupa beberapa kali diterima. Ia pernah menerima teror dengan pemasangan fotonya di TKP Abu Bakar Ali dengan tulisan antek asing. Teror juga dialami usai BEM UGM menggelar aksi memasang wajah Presiden Prabowo di tubuh sapi, sebagai bentuk protes atas program MBG.
Teror penculikan juga dialami oleh Tiyo saat di kereta, pasca aksi demo besar-besaran pada Agustus lalu.
“Tapi yang kali ini memang gelombangnya lebih tinggi terornya,” ujarnya.
Tak gentar, semakin melawan
Meski banyak teror yang menimpanya, ia tidak gentar menyuarakan kegelisahannya. Ia memegang prinsip ‘something doesn’t kill you will make you stronger’. Pun sikap BEM UGM tidak akan berubah meski teror menimpanya.
“Kita (BEM UGM) punya slogan yang sering diucapkan setiap ketemu di jalan ‘semakin ditekan, semakin melawan’. Jadi justru para peneror harus tahu, semakin meneror kita, itu justru semakin bahaya bagi mereka. Saya yakin negara, pemerintah nggak akan bunuh saya. Karena kalau bunuh saya, bahayanya akan lebih besar ketimbang keuntungannya,” ungkapnya.
Ia berharap teror yang ia terima adalah yang terakhir. Teror yang ia terima merupakan alarm yang menunjukkan demokrasi Indonesia tidak baik-baik saja.
“Saya harap ini terakhir kalinya, tidak hanya BEM UGM. Tidak boleh lagi ada peristiwa teror, penguntitan kepada orang lain atau lembaga lain. Karena di dalam negara demokrasi, kebebasan bukan diberikan oleh negara, tapi ada dalam sendirinya sebagai warga negara,” imbuhnya.
Teror tersebut sudah diketahui oleh pihak kampus. Kampus juga berkomitmen untuk melindungi jika terjadi teror yang lebih mengancam.
Terpisah, Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana menyebut pihaknya masih melakukan koordinasi.
“Mohon maaf, saya akan kabari segera ya. Kami sedang koordinasi,” ujarnya singkat. (maw)
| LPSK Yogyakarta Terima Laporan Dugaan Teror terhadap Ketua BEM UGM, Ini Responnya |
|
|---|
| Kala Kritik Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Berujung Isu LGBT dan Teror Tengah Malam untuk Ibunda |
|
|---|
| Ibunda Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Turut Diteror Orang Tak Dikenal |
|
|---|
| Amnesty Internasional: Teror ke Ketua BEM UGM Bukan Kriminalitas Biasa |
|
|---|
| Respon LBH Yogyakarta Soal Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Negara Harus Beri Perlindungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ketua-BEM-UGM-Terima-Rentetan-Teror-Usai-Bersurat-ke-UNICEF-Semakin-Ditekan-Semakin-Melawan.jpg)