BPBD Bantul Usulkan Tambahan Dua Pos Damkar Baru di Srandakan dan Dlingo
Guna memberikan layanan yang cepat, maka diperlukan satu pos pemadam kebakaran di masing-masing Kapanewon Srandakan dan Dlingo.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengusulkan pendirian dua pos pemadam kebakaran baru di Kapanewon Srandakan dan Kapanewon Dlingo, untuk mempercepat hingga mempermudah pemberian layanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengatakan usulan itu telah dilakukan pada tahun 2026 dan disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul.
Namun, realisasi eksekusi pembangunan dimungkinkan baru bisa berlangsung pada tahun 2028.
"Untuk pos pemadam kebakaran di Srandakan akan dibangun di sekitar bagian selatan. Kami, sudah melakukan komunikasi dengan kalurahan setempat yang punya tanah Sultan Ground atau tanah kas desa (TKD)," katanya, Rabu (4/2/2026).
Disampaikannya, area selatan Bumi Projotamansari saat ini sudah memiliki akses strategis yakni Jembatan Kabanaran dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Dengan begitu, akses lalu lintas dari Kabupaten Bantul ke Kabupaten Kulon Progo maupun sebaliknya akan ramai.
Belum lagi, terdapat akses jalan baru yakni JJLS Kelok 23 akan dibuka sekitar Juli-Agustus 2026.
Jalur itu akan menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Gunungkidul, sehingga akses lalu lintas selatan semakin lancar dan berpotensi ramai dilalui kendaraan.
"Keberadaan jalur tersebut juga perlu dilakukan antisipasi terhadap kecelakaan lalu lintas maupun penanganan layanan cepat. Ketika jalur itu ramai kendaraan berlalu lalang, sehingga ada potensi kecelakaan lalu lintas yang memerlukan penanganan cepat," tuturnya.
Jarak Cukup Jauh
Sebenarnya, di kawasan selatan juga sudah ada Pos Sektor Pemadam Kebakaran Pundong.
Namun, jarak lokasi Kapanewon Pundong ke Kapanewon Srandakan dinilai cukup jauh, sedangkan dalam penanganan kebakaran maupun laka lantas diperlukan respon yang cepat untuk meminimalisasi dampak dari kejadian negatif.
"Jadi nanti yang pos di Pundong itu akan mengover layanan di Kapanewon Pundong dan JJLS Kelok 23. Lalu, mulai Parangtritis sampai Jembatan Kabanaran karena belum terkover, maka diperlukan pos pemadam kebakaran baru di Srandakan," ujar Mujahid.
Kemudian, untuk kawasan di Kapanewon Dlingo, kata Mujahid, menjadi kawasan destinasi wisata yang cukup padat.
Bahkan, tempat wisata mulai dari area Patuk, Kabupaten Gunungkidul ke selatan atau sampai Mangunan, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul cukup banyak.
"Sementara, pos sektor pemadam kebakaran dekat dengan lokasi itu ada di Pos Sektor Pemadam Kebakaran Piyungan dan Pos Sektor Pemadam Kebakaran Imogiri. Lalu, response time kami ketika dijangkau dari Kapanewon Piyungan dan Imogiri kalau naik ke Dlingo tidak cukup 15 menit," terang dia.
Baca juga: Identifikasi Dampak Bencana Bertambah, Pemkab Bantul Lakukan Koordinasi Penanganan
Berikan Layanan Cepat
Guna memberikan layanan yang cepat, maka diperlukan satu pos pemadam kebakaran di masing-masing Kapanewon Srandakan dan Dlingo.
Akan tetapi, dikarenakan medan Kapanewon Dlingo cukup terjal, maka paling tidak tonase kendaraan pemadam kebakaran diperlukan yang kecil.
"Karena, bagi kami di BPBD Bantul, setiap pergerakan manusia perlu dilakukan mitigasi. Jadi, kami mitigasinya tidak dalam konteks mengkhawatirkan pembangunan baru, tetapi memastikan bahwa terjadi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan pembangunan, maka pemerintah juga menyiapkan sekenario penanganan kejadian," papar dia.
Berdasarkan hal itu, BPBD Bantul menilai perlu membangun pos sektor pemadam kebakaran dengan bangunan, peralatan, motor rescue, mobil pemadam kebakaran, hingga personel yang memadai.
Paling tidak, satu pos pemadam kebakaran baru itu membutuhkan anggaran hampir Rp3 miliar.
"Anggaran itu baru bangunan, mobil, motor, alat-alat, belum sama personelnya. Personelnya paling tidak 12 orang, tapi idealnya 15 personel karena harus ada admin yang bertugas di kantor mengurus administrasi perkantoran hingga asesmen. Nanti, personelnya dibagi tugas menjadi dua sif," kata dia.
Rencananya, dua pembangunan pos pemadam kebakaran menggunakan TKD.
Lokasi pembangunan pos sektor di Kapanewon Srandakan dan Dlingo sampai saat ini belum ditentukan mengingat pembangunan pos pemadam kebakaran perlu dilakukan kajian lebih lanjut.
"Tapi, kalau yang pos di Dlingo itu paling berada di sekitar Becici atau Mangunan. Nanti, yang paling potensial dibangun di mana. Yang jelas lokasinya, kami akan sewa di tanah TKD dan selama ini ada tujuh pos sektor yang sudah berdiri di Bantul di atas TKD. Kami sewa TKD itu, jadi tidak masalah," tandas dia. (*)
| Update Kecelakaan Maut Jalan Yogyakarta-Wates: Korban Meninggal Bertambah Menjadi 4 Orang |
|
|---|
| Kronologi Laka Maut Dua Pengendara Scoopy Lawan Arus Jalan Yogya–Wates |
|
|---|
| Penjelasan Polisi Soal Kecelakaan Lalu Lintas di Timur JEC |
|
|---|
| DLH Bantul Siap Evakuasi Sampah Kiriman di Aliran Sungai Winongo |
|
|---|
| Razia Miras di Kretek, Ratusan Botol Berbagai Merek Berhasil Disita Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mujahid-Amrudin-Kepala-BPBD-Bantul-422026.jpg)