Sambangi Bantaran Code, Hasto Wardoyo Komitmen Tata Kawasan Kumuh Lewat Program Bedah Rumah
Selain memperbaiki bangunan fisik warga, program bedah rumah juga menjadi bagian dari cetak biru upaya penataan kawasan bantaran sungai
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Pemkot Yogyakarta bersama Baznas menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu di bantaran Sungai Code.
- Selain memperbaiki kondisi fisik hunian warga, program ini merupakan bagian dari cetak biru penataan kawasan tepi sungai.
- Salah satu warga penerima manfaat bersyukur karena rumahnya akhirnya direhabilitasi setelah berulang kali mengajukan bantuan.
TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (14/6/26).
Kali ini, program menyasar hunian penduduk di bantaran Sungai Code, atau tepatnya di Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo turun langsung dan berjalan menyusuri gang-gang sempit untuk melihat kondisi kawasan pinggiran kali.
Cetak biru penataan kawasan bantaran sungai
Ia menegaskan, selain memperbaiki bangunan fisik warga, program bedah rumah juga menjadi bagian dari cetak biru upaya penataan kawasan bantaran sungai, agar semakin sehat, aman, dan tertata.
"Saya ke sini sekaligus ingin melihat bagaimana program penataan kawasan tepi sungai ke depan. Jadi, kita juga melihat kondisi lingkungan di sekitar bantaran Code, khususnya wilayah Pakualaman," ujarnya.
Dari hasil blusukannya, Hasto tidak menampik, kondisi rumah-rumah penduduk yang dikunjunginya memang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Selain atap yang mengalami kebocoran parah saat hujan deras, beberapa bagian bangunan dinilai tak sehat serta kurang layak untuk dihuni sebuah keluarga.
"Hampir semua rumah yang kita datangi ini memprihatinkan. Ada yang bocor, kurang sehat, kondisi dapurnya juga perlu perbaikan. Karena itu, penanganannya tidak bisa parsial. Ini ada dua rumah yang berdampingan, sehingga kita selesaikan bersama," katanya.
Berharap rumah tak bocor lagi
Sementara, Murti Andrini, salah satu penerima manfaat program bedah rumah, sempat tak percaya saat rumahnya didatangi petugas dan dinyatakan lolos untuk direhabilitasi.
Pasalnya, ia mengaku sudah berulang kali mengusulkan bantuan serupa ke berbagai pihak, namun baru kali ini impiannya memiliki hunian layak dapat terwujud.
"Sudah berkali-kali ikut mengajukan tapi belum pernah lolos. Tahu-tahu kemarin itu tidak lama setelah pengajuan langsung ada tinjauan dan bantuan. Terima kasih sekali," tuturnya.
"Harapannya kalau hujan nanti tidak bocor lagi. Jadi, yang diperbaiki bagian atap dan sebagian dinding. Dindingnya memang masih ada yang dari triplek dan gedek," lanjut Murti. (aka)
| Hasto Wardoyo Pastikan Tak Ada Masalah soal Anggaran Pengadaan Lampu Stadion Mandala Krida |
|
|---|
| Uji Coba Perahu Motor di Sungai Winongo, Hasto Wardoyo Ingin Optimalkan Patroli Kebersihan Sungai |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Pemkot Yogyakarta Lakukan Penyesuaian Anggaran Operasional Kendaraan Dinas |
|
|---|
| Open House HUT Ke-79 Pemkot Yogya, Warga Keluhkan Bising Diskotek hingga SPPG Tak Berizin |
|
|---|
| Respons Wali Kota Jogja soal Wacana BGN Optimalkan Kantin Sekolah dalam Program MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sambangi-Bantaran-Code-Hasto-Wardoyo-Komitmen-Tata-Kawasan-Kumuh-Lewat-Program-Bedah-Rumah.jpg)