Kesaksian Harda Kiswaya soal Dana Hibah Pariwisata Sleman dan Pilkada 2020
Harda Kiswaya menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman 2020.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Harda Kiswaya menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman 2020.
- Saksi Harda Kiswaya yang saat ini menjabat sebagai Bupati Sleman periode 2024-2029 turut dimintai keterangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Yogyakarta, Jumat (23/1/2026) lalu.
- Dia menyatakan bahwa program hibah tidak pernah dirancang maupun dikaitkan dengan kepentingan Pilkada Sleman.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harda Kiswaya menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman 2020.
Saksi Harda Kiswaya yang saat ini menjabat sebagai Bupati Sleman periode 2024-2029 turut dimintai keterangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Yogyakarta, Jumat (23/1/2026) lalu.
Dia menyatakan bahwa program hibah tidak pernah dirancang maupun dikaitkan dengan kepentingan Pilkada Sleman.
Keterangan ini sekaligus membantah anggapan bahwa dana hibah digunakan sebagai alat politik.
Hal itu terungkap saat penasihat hukum Sri Purnomo, Soepriyadi, menggali keterangan saksi terkait dugaan adanya kebijakan pimpinan daerah untuk memanfaatkan hibah demi pemenangan Kustini Sri Purnomo.
“Ada tidak dari awal Pemkab Sleman, khususnya pimpinan daerah, wisdom-nya adalah dana hibah ini kita akomodir dan kita serap untuk kepentingan Pilkada dan pemenangan Ibu Kustini?” tanya Soepriyadi di persidangan.
Keyakinan Harga Kiswaya
Menjawab pertanyaan tersebut, Harda justru mengungkap bahwa sejak awal ia meyakini Kustini Sri Purnomo akan memenangkan Pilkada tanpa perlu dikaitkan dengan program hibah apa pun.
“Jadi waktu itu saya matur sama beliau (Sri Purnomo), 'pasti menang', saya bilang begitu,” ujar Harda.
Soepriyadi kemudian menegaskan kembali pernyataan itu.
“Bapak ampun ribet, Bu Kustini pasti menang, ya?” tanyanya.
“Oh sudah pasti menang, Pak,”
Harda menegaskan keyakinannya itu murni didasarkan pada reputasi Sri Purnomo di mata
masyarakat, bukan karena faktor politik praktis.
“Bapak itu baik di mata masyarakat,” tegas Harda dalam persidangan.
Pencairan dana sebelum Pilkada
Lebih lanjut, Harda mengungkap bahwa keyakinan tersebut menjadi dasar sikapnya menolak pencairan dana hibah sebelum Pilkada digelar.
| Sejumlah Orangtua Siswa di Sleman Keluhkan Bobot Kesulitan Soal TKA SD yang Tak Sama: Tidak Adil |
|
|---|
| Orang Tua Siswa di Sleman Keluhkan TKA SD di Sleman: Tidak Adil |
|
|---|
| Kronologi Pasutri Lansia Ditabrak Pikap di Jalan Magelang Sleman, Satu Orang Meninggal Dunia |
|
|---|
| Breaking News : Sidang Vonis Terdakwa Sri Purnomo Ditunda, Majelis Hakim Beri Penjelasan |
|
|---|
| Jasindo Edukasi Hidup Sehat dan Literasi Perlindungan Melalui Program Satyaraga di Tempel Sleman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Momen-Harda-Kiswaya-dan-Sri-Purnomo-Saling-Bantah-saat-Sidang-Korupsi-Dana-Hibah-Pariwisata-Sleman.jpg)