Keracunan Diduga Akibat MBG Terjadi di Sentolo Kulon Progo

Keracunan makanan diduga akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terjadi di wilayah Kapanewon Sentolo, Kulon Progo.

Tribun Jogja/Alexander Aprita
KERACUNAN - Suasana SD Negeri 2 Sentolo di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Rabu (21/01/2026). Puluhan pelajar dari sekolah ini mengalami gejala keracunan pada Selasa (20/01/2026) malam, diduga akibat MBG. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Keracunan makanan diduga akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terjadi di wilayah Kapanewon Sentolo, Kulon Progo.

Puluhan orang menjadi korban, meliputi pelajar hingga guru.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto membenarkan adanya kasus keracunan diduga akibat mengonsumsi makanan dari MBG.

"Awalnya kami menerima laporan gejala keracunan sekitar pukul 16.30 WIB, Selasa (20/01/2026) kemarin," kata Nur Hadi ditemui di Kantor Disdikpora Kulon Progo, Rabu (21/01/2026).

Pihaknya pun langsung melakukan pendataan terhadap mereka yang mengalami gejala keracunan.

Hingga pukul 06.34 WIB, Rabu pagi, tercatat sebanyak 87 orang yang mengalami keracunan, baik pelajar dan guru.

Nur Hadi mengatakan hingga kini pendataan masih terus dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes). Sebab jumlah korban keracunan masih bisa terus bertambah.

Baca juga: Dosen UMY Sebut Gaya Diplomasi Prabowo Sebagai Diplomasi FOMO, Begini Penjelasannya

"Nanti kami akan melakukan pendataan secara detail, seperti nama pelajar, alamat, sekolahnya, gejalanya, hingga dirawat di sana," jelasnya.

Dari 7 Sekolah

Berdasarkan data yang diberikan, 87 orang tersebut sempat dirawat di 4 fasilitas kesehatan (faskes).

Meliputi Puskesmas Sentolo 1, Klinik Pengasih Husada, RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, dan RS Queen Latifa Sentolo.

87 orang ini berasal dari 7 sekolah di wilayah Sentolo, meliputi 83 pelajar dan 4 guru. Total ada sebanyak 18 orang yang sempat menjalani rawat inap pada Senin kemarin.

"Hari ini sebagian pelajar yang bergejala keracunan sudah masuk sekolah lagi," ungkap Nur Hadi.

Adapun keracunan kali ini merupakan yang ketiga terjadi di Kulon Progo. Terakhir terjadi di wilayah Kapanewon Wates pada Juli 2025 dengan lebih dari 400 pelajar yang mengalami gejala keracunan.

Salah satu sekolah dengan korban keracunan terbanyak adalah Sekolah Dasae Negeri (SDN) 2 Sentolo. Kepala SDN 2 Sentolo, Suryadi mengungkapkan ada 21 pelajar yang mengalami gejala keracunan.

"Sebanyak 13 anak masih izin masuk sekolah, sekarang istirahat di rumah," katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved