Kunjungan Wisata ke Kulon Progo Tembus 88 Ribu Orang Selama Libur Nataru 2025/2026

Kepala Dispar Kulon Progo, Sutarman mengatakan pihaknya mencatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke 10 destinasi wisata beretribusi.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja.com/IST/SRI Wilayah V Kulon Progo
Aktivitas wisatawan di pemecah ombak Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulon Progo saat libur Tahun Baru 2026. Jumlah wisatawan di Kulon Progo selama libur Nataru menembus lebih dari 80 ribu orang. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kunjungan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kulon Progo melampaui target yang dipasang oleh Dinas Pariwisata (Dispar).

Capaiannya bahkan melampaui jumlah wisatawan di libur Nataru periode sebelumnya.

Kepala Dispar Kulon Progo, Sutarman mengatakan pihaknya mencatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke 10 destinasi wisata beretribusi.

"Selama libur Nataru 2025/2026 ini tercatat sebanyak 88.865 wisatawan yang berkunjung ke 10 destinasi wisata di Kulon Progo," katanya pada wartawan, Rabu (07/01/2026).

Jumlahnya melampaui target 60 ribu wisatawan yang dipasang sebelumnya.

Jumlah wisatawan libur Nataru 2025/2026 pun naik signifikan dibandingkan Nataru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 62.623 wisatawan.

Pantai Glagah mencatat jumlah wisatawan terbanyak selama libur Nataru 2025/2026 dengan 64.706 pengunjung.

Menyusul Pantai Congot dengan 16.533 pengunjung.

"Pengunjung Pantai Glagah di libur Nataru kali ini naik tajam dibandingkan Nataru sebelumnya yang mencapai 48.330 pengunjung," ungkap Sutarman.

Baca juga: Kankemenag Kulon Progo Luncurkan Aplikasi MatahatiKU, Permudah Proses Nikah Pasangan Disabilitas

Pemecah Ombak Pantai Glagah Jadi Primadona

Ia menilai ada sejumlah faktor yang membuat angka kunjungan wisata ke Kulon Progo melonjak selama libur Nataru.

Salah satunya karena ada daya tarik baru di antara Pantai Glagah dan Pantai Congot berupa pemecah ombak.

Pemecah ombak itu juga sempat ramai jadi pembicaraan di media sosial.

Menurut Sutarman, pengunjung kebanyakan datang saat sore hari, terlihat dari pergerakan yang melewati Tempat Pemungutan Retribusi (TPR).

"Banyak wisatawan yang datang ke pemecah ombak untuk menikmati momen matahari terbenam," jelasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved