Hidangan Khas Jogja 'Sate Klathak' Diburu Wisatawan saat Libur Nataru, Permintaan Naik 3 Kali Lipat
Satu kuliner primadona Jogja yang paling dicari wisatawan dari berbagai daerah adalah menu olahan daging kambing, yakni Sate Klathak.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Yogyakarta tak hanya dipadati oleh kunjungan ke destinasi wisata alam atau budaya, tetapi juga menjadi ajang berburu kuliner khas.
Salah satu kuliner primadona yang paling dicari wisatawan dari berbagai daerah adalah menu olahan daging kambing, yakni Sate Klathak.
Tingginya animo wisatawan terhadap sajian unik itu terlihat jelas di gerai Sate Klathak Pak Jede yang berlokasi di Nologaten, Kabupaten Sleman.
Muhammad Reza, Head Outlet Sate Klathak Pak Jede Nologaten, menandaskan, ada lonjakan pengunjung yang sangat signifikan selama periode Nataru.
"Peningkatan saat Nataru ini cukup signifikan. Kalau hari biasa (weekday) kami stok sekitar 5 sampai 7 ekor kambing. Tapi selama high season liburan ini, bisa habis 10 sampai 15 ekor sehari," ujarnya, Selasa (30/12/2025).
Reza menyampaikan, Sate Klathak selama ini sudah menjadi ikon kuliner yang wajib dicicipi pelancong ketika berkunjung ke Yogyakarta.
Tak heran, mayoritas pengunjung yang memadati outletnya berasal dari berbagai penjuru tanah air, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga dari luar pulau seperti Makassar, Manado, dan Sumatera.
"Memang cukup ramai, kapasitas kami sempat over, tapi alhamdulillah kami sudah siapkan fasilitas dan parkiran yang lebih besar, jadi masih bisa mencukupi kedatangan tamu-tamu," cetusnya.
Apa Itu Sate Klathak?
Bagi yang belum familiar, Sate Klathak adalah sate kambing muda yang ditusuk menggunakan jeruji besi, bukan tusuk sate bambu biasa.
Di samping itu, keunikannya juga terletak pada proses pembakaran yang cenderung minim akan bumbu, jika dibanding jenis sate pada umumnya.
"Dulu saat dibakar itu bunyinya 'klathak-klathak' karena lemak yang menetes ke arang, makanya disebut Sate Klathak. Penyajiannya unik karena ada kuah gulai di bawahnya," jelasnya.
Di tengah gempuran pengunjung, menu Sate Klathak tetap menjadi best seller yang paling diburu, dengan banderol cukup terjangkau di angka Rp35 ribu.
Meski demikian, Reza memastikan, tetap mengakomodasi wisatawan yang datang berombongan namun ada yang tidak mengonsumsi daging kambing.
Ya, pihaknya menyediakan alternatif olahan daging ayam yang tak kalah diminati, seperti Sate Merah dan Sate Kulit, serta berbagai varian Bakmi Jawa.
"Menu-menu itu peminatnya tinggi juga, karena rombongan yang datang ke sini kan pasti ada salah satu atau dua kerabatnya yang tidak makan kambing. Jadi, kami sediakan menu non kambing," ujarnya.
Baca juga: Satpol PP Kota Yogyakarta Sering Kucing-kucingan dengan Pedagang Sate di Kawasan Malioboro
| Satu-satunya Kafe di Jogja Tawarkan Konsep Customize Table Decoration Ramah di Kantong |
|
|---|
| Berburu Sate Klathak Pak Pong, Kuliner Legendaris di Bantul |
|
|---|
| Sate Kelinci di Kaliurang Bikin Wisatawan Ketagihan |
|
|---|
| Wisatawan Serbu Pasar Ngasem saat Libur Lebaran demi Berburu Kuliner Viral |
|
|---|
| Mencicipi Rahang Tuna Bakar 'Raksasa' di Jogja, Dagingnya Juicy Banget dan Nggak Amis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Wisatawan-menikmati-sate-klathak-Selasa-30122025.jpg)