Human Interest Story
Korban Selamat Asal Sleman Ceritakan Insiden Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans di Exit Tol Semarang
Purwoko tidak bisa lupa peristiwa kelam, ketika kecelakaan bus Cahaya Trans yang merenggut nyawa istri dan anaknya itu terjadi
Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
KORBAN KECELAKAAN - Suasana di rumah duka, korban kecelakaan maut Bus PO Cahaya Trans, di Kebur Lor, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Senin (22/12/2025)
Ia mengaku telah berusaha berdamai dengan keadaan yang dialami. Hidup harus terus berjalan.
Dirinya pun menyadari bahwa hari-harinya ke depan tak akan lagi sama.
Purwoko mengaku fokus untuk kebahagiaan anak bungsunya, Galih Sariningrum yang kini bekerja sebagai perawat di rumah sakit di kota Fukuoka Jepang.
"Galih sudah dikasih tahu, Rabu besok berangkat pulang. Alhamdulillah dikasih izin cuti oleh RS di sana," katanya.
"Galih paling satu atau dua minggu di sini, nanti akan saya minta pulang (Jepang) kembali. Saya nanti (hidup) sendiri nggak apa-apa, sama keluarga besar di sini," ujar dia lirih.(*)
Berita Terkait: #Human Interest Story
| Kisah Azizah, Bocah 6,5 Tahun di Kota Yogyakarta Cari Rongsok hingga Rawat Ayah Sakit |
|
|---|
| Kisah Mbah Kibar, Seniman Asli Bantul yang Berjuang Tebus Tanah Leluhur Lewat Goresan Kanvas |
|
|---|
| Kisah Santri Yaketunis Yogyakarta Menjemput Cahaya Alquran Lewat Titik-titik Braille |
|
|---|
| Cerita Santri Darul Ashom di Godean Sleman, Mengejar Cita-cita Jadi Pengajar Agama bagi Tunarungu |
|
|---|
| Kisah Aji Ramadan, Driver Ojol yang Lulus Cumlaude Sarjana Hukum UGM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rumah-duka-korban-kecelakaan-bus-Cahay-Trans-di-Sleman.jpg)