Dishub DIY Petakan Puluhan Ruas Jalan Rawan Kecelakaan Jelang Libur Nataru, Ini Daftarnya

Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mulai memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas jelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)

Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho
Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mencatat ada puluhan titik yang masuk dalam kategori lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah DIY.
  • Lokasi rawan tersebut tersebar hampir merata di seluruh kabupaten/kota, terutama di jalur nasional, ring road, simpang besar, koridor menuju kawasan wisata, serta ruas perbatasan antarwilayah.
  • Titik rawan kecelakaan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga menjalar hingga Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah ruas jalan utama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) teridentifikasi sebagai daerah rawan kecelakaan lalu lintas sekaligus kemacetan. 

Peta kerawanan yang dirilis Dinas Perhubungan (Dishub) DIY menunjukkan titik-titik risiko tersebar hampir merata di seluruh kabupaten/kota, terutama di jalur nasional, ring road, simpang besar, koridor menuju kawasan wisata, serta ruas perbatasan antarwilayah.

Kerawanan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga menjalar hingga Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Kondisi ini menegaskan bahwa persoalan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di DIY bersifat struktural dan lintas wilayah, dipengaruhi desain simpang, kapasitas jalan, pertumbuhan kendaraan, serta intensitas aktivitas ekonomi dan pariwisata.

"Di Kota Yogyakarta dan Sleman, titik rawan paling menonjol berada di simpang empat (SP 4) dan simpang tiga (SP 3) pada ruas-ruas strategis. Sejumlah lokasi krusial tercatat di Ruas Yogyakarta–Tempel, meliputi SP 4 Tempel, SP 4 Beran, SP 4 Denggung, dan SP 4 Dekso yang menjadi penghubung utama Kota Yogyakarta dengan wilayah utara hingga Magelang," ungkap Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti.

Lokasi Rawan 

Kerawanan serupa juga muncul di Ruas Jalan Pajajaran yang mencakup SP 4 Monjali, SP 4 UPN, SP 4 Gejayan, dan SP 4 Condong Catur.

Koridor ini memiliki intensitas lalu lintas tinggi karena menjadi pusat aktivitas pendidikan, permukiman, dan komersial. 

Selain itu, Ring Road Utara—khususnya Ruas Jombor dan Raden Rongo Kalasan—tercatat rawan karena berfungsi sebagai jalur distribusi lintas kota sekaligus akses menuju kawasan timur DIY dan bandara.

Di wilayah selatan dan timur DIY, titik rawan banyak ditemukan pada jalur wisata dan perbukitan.

Ruas Yogyakarta–Wonosari mencatat sejumlah lokasi berisiko, antara lain SP 4 Wiyoro, SP 4 Kids Fun, SP 3 Piyungan, Bukit Bintang Patuk, SP 3 Gading, dan SP 4 Siyono.

Karakteristik jalan berkelok, perbedaan elevasi, serta lonjakan kendaraan wisata menjadi faktor risiko utama.

Baca juga: Tekan Parkir Liar Jelang Nataru, Pemkot Yogya Jajaki Tambahan Kantong Baru di Seputaran Malioboro

Ruas Yogyakarta–Prambanan juga masuk daftar perhatian dengan titik rawan di SP 3 Maguwo, SP 3 Bandara, SP 3 Raden Ronggo, SP 4 Kalasan, dan SP 3 Prambanan.

Jalur penghubung DIY–Jawa Tengah ini dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga logistik.

Di Gunungkidul, kerawanan terpetakan di Ruas Piyungan–Patuk, Siyono, Semin–Ponjong, dan Semin–Klaten yang menjadi akses penting ke wilayah timur dan selatan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved