Jaga Reputasi Pariwisata Gunungkidul, DPRD Ingatkan Pelaku Wisata Tidak 'Nuthuk' Harga

Peringatan ini disampaikan untuk memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga sekaligus melindungi reputasi pariwisata Gunungkidul

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM/Alexander Ermando
Foto dok ilustrasi Wisatawan di kawasan Pantai Kukup, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul 
Ringkasan Berita:
  • Jelang liburan natal dan tahun baru, pelaku wisata di Gunungkidul diingatkan agar tidak menaikkan harga sewenang-wenang atau 'nutuk' kepada wisatawan.
  • Peringatan disampaikan oleh DPRD Gunungkidul, untuk memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga sekaligus melindungi reputasi pariwisata daerah.

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL -   DPRD Gunungkidul mengingatkan para pelaku wisata agar tidak menaikkan harga secara sewenang-wenang atau nutuk kepada wisatawan saat  masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. 

Peringatan ini disampaikan untuk memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga sekaligus melindungi reputasi pariwisata daerah yang menjadi salah satu penopang pendapatan asli daerah (PAD).

Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, mengatakan bahwa praktik menaikkan harga secara tidak wajar dapat menimbulkan pengalaman buruk bagi wisatawan, yang kemudian berpotensi viral di media sosial. Hal tersebut bisa berdampak pada menurunnya minat wisatawan berkunjung ke Bumi Handayani.

“Supaya nanti wisatawan merasa aman dan nyaman, pelaku usaha harus tertib, jangan sampai nutuk seenaknya,” ujar Endang saat Jumpa pers dengan media di Semanu, Jumat (12/12/2025).

Ia menegaskan, jika kasus seperti ini terjadi, bukan hanya merugikan wisatawan, namun juga citra Gunungkidul secara keseluruhan. “Kalau wisatawan kapok, dampaknya bisa panjang. Jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Dukung PAD Pariwisata

Endang meminta seluruh pelaku usaha dan masyarakat ikut mendukung upaya pemerintah menaikkan PAD, terlebih ketika transfer keuangan dari pusat terus berkurang. Menurutnya, perbaikan pelayanan, transparansi harga, dan tertib usaha merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan.

Tak hanya soal harga, Endang juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana pada musim libur Nataru. Sebagai daerah dengan banyak destinasi alam, edukasi kebencanaan menurutnya harus terus digencarkan. 

“Perlu adanya sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat dan wisatawan,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan pemerintah sudah menerbitkan surat edaran kepada pengelola wisata. Isinya mencakup 10 poin imbauan, mulai dari pemasangan daftar harga, larangan menaikkan harga secara tidak wajar, pengaturan parkir, hingga kewajiban menjaga kebersihan area wisata.
“Ini bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada wisatawan. Kami ingin wisatawan merasa nyaman, menikmati kunjungan, dan mendapatkan kepastian harga serta layanan,” kata Eko.

Ia menambahkan, Dinas Pariwisata bersama tim terpadu juga telah melakukan pemantauan di berbagai destinasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dan personel siap menghadapi lonjakan pengunjung.

"Kami berharap semua pihak bisa menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan pada libur nataru nanti," pungkasnya (ndg)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved