Sri Sultan HB X Wanti-wanti Pedagang Agar Tak Nuthuk Harga Saat Libur Nataru
Sri Sultan HB X mengingatkan para pedagang agar tidak menerapkan harga yang 'nuthuk' dan berisiko merusak kepercayaan wisatawan terhadap Yogyakarta.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Sri Sultan HB X mengingatkan para pedagang untuk tidak aji mumpung dan nuthuk harga pada wisatawan selama masa libur Nataru
- Selain nuthuk harga, praktik parkir liar dengan tarif di luar ketentuan diharap juga bisa ditertibkan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lonjakan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/ 2026 diperkirakan kembali mengisi pusat-pusat kunjungan di Yogyakarta.
Di tengah potensi geliat ekonomi itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengingatkan para pedagang agar tidak menerapkan harga yang 'nuthuk' dan berisiko merusak kepercayaan wisatawan terhadap Yogyakarta.
Sri Sultan HB X menegaskan bahwa praktik menaikkan harga secara berlebihan—yang dalam keseharian disebut nuthuk—tidak boleh terjadi, terutama di lokasi wisata yang menjadi perhatian publik dan kerap viral di media sosial.
“Kita selalu ada campaign kalau itu. Campaign bagaimana mereka yang berjualan di kota, di kabupaten, ya jangan naikkan harga dan sebagainya,” ujar Sultan di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Kamis (11/12/2025).
Sri Sultan menambahkan bahwa momentum liburan seharusnya dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan, bukan merusaknya dengan harga yang tidak wajar.
Parkir Liar
Selain soal harga, Sri Sultan HB X menyoroti persoalan parkir liar yang sering muncul ketika kawasan wisata dipadati kendaraan.
Ia menyebut sudah mengidentifikasi titik-titik kerawanan, namun menegaskan bahwa penanganannya berada di ranah pemerintah kota dan kabupaten.
“Kan masalahnya kan di situ yang terjadi. Lha sekarang bagaimana kota yang mempunyai kewenangan untuk itu bisa mengarahkan,” katanya.
Baca juga: DIY Siapkan Rekayasa Lalin dan 21 Pos Jaga untuk Menyambut Nataru
Sri Sultan menegaskan tidak ingin melampaui kewenangan pemerintah kabupaten/kota dalam urusan teknis lapangan.
“Kalau kota merasa kewalahan ya baru saya menerjuni. Kita menghargai wewenang itu. Jangan terus nerobos aja,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi mitigasi keselamatan wisata, Pemda DIY menambah kekuatan personel di titik-titik keramaian.
Personel Disiagakan
Kepala Satpol PP DIY Bagas Senoadji menyebut sebanyak 328 personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI)—unit yang berada di bawah Satpol PP dan bertugas membantu operasi Search and Rescue—akan disiagakan selama masa libur Nataru.
“Dalam rangka Nataru ini, jajaran Satpol PP ya. Khususnya pertama yang untuk di Pantai Selatan kami menerjunkan teman-teman dari SRI, Satlinmas Rescue Istimewa, ada 328 personel untuk di Pantai Selatan ada lima pos. Kemudian ada satu di Waduk Sermo, kemudian satu lagi di Kaliurang,” kata Bagas.
Menurut dia, pemerintah pusat memprediksi pantai menjadi tujuan utama wisatawan akhir tahun.
| Sri Sultan HB X Hadiri Simposium, Tegaskan Pembangunan Yogyakarta Tak Boleh Lepas dari Budaya |
|
|---|
| Pesan Sri Sultan HB X saat Menghadiri Silaturahmi Idulfitri Bersama Masyarakat Gunungkidul |
|
|---|
| PDI Perjuangan Jogja Nderek Mangayubagya 80 Tahun Sri Sultan, Pemimpin Merakyat dan Mengayomi |
|
|---|
| Duduk Berdampingan dengan GKR Mangkubumi, Ini Momen Kapolri Hadiri Kirab HUT ke-80 Sri Sultan HB X |
|
|---|
| HUT ke-80 Sri Sultan HB X: Dari Hasil Bumi hingga UMKM, Glondong Pangarem-arem Dibagi ke Penjuru DIY |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sri-Sultan-HB-X-Sampaikan-Duka-atas-Wafatnya-PB-XIII-Keraton-Yogyakarta-Tunda-Pertunjukan-Seni.jpg)