DIY Siapkan Rekayasa Lalin dan 21 Pos Jaga untuk Menyambut Nataru

Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menyampaikan, rapat yang dipimpin Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk memastikan pengamanan optimal

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Tribunjogja/ Neti Istimewa Rukmana
PENGAMANAN NATARU: Foto dok ilustrasi Pos Pengamanan Tugu Jogja 

Ringkasan Berita:
  • Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menyampaikan, rapat yang dipimpin Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk memastikan pengamanan dapat berjalan optimal pada puncak libur panjang akhir tahun.
  • Polda DIY menyiapkan Operasi Lilin Progo 2025. Operasi terpusat dari Mabes Polri itu mengerahkan 1.975 personel Polri, ditambah 700 personel instansi terkait serta dukungan komunitas masyarakat.

 

TRIBUNJOGJA.COM – Pemda DIY memastikan seluruh unsur keamanan dan pelayanan publik siap menghadapi puncak mobilitas masyarakat pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Dalam konferensi pers usai Rapat Forkopimda di Bangsal Kepatihan, Rabu (10/12/2025), jajaran Pemda dan kepolisian menegaskan kesiapan pengamanan, antisipasi bencana, hingga rekayasa lalu lintas di terutama di wilayah Kota Yogya.

Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menyampaikan, rapat yang dipimpin Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berlangsung untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan optimal pada puncak libur panjang akhir tahun.

“Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bapak Gubernur terkait cipta kondisi dalam rangka menghadapi Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Rapat ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan lancar, baik dari sisi keamanan maupun kelancaran lalu lintas,” ujar Anggoro.

Petakan daerah rawan

Ia menjelaskan seluruh instansi terkait telah mengurai potensi kerawanan, termasuk cuaca ekstrem dan kemungkinan aktivitas Gunung Merapi. Menurutnya, antisipasi terhadap bencana menjadi bagian penting dari pengamanan Nataru.

“Dalam rakor tersebut, seluruh stakeholder dan dinas terkait telah menyampaikan potensi kerawanan, termasuk yang berkaitan dengan kondisi cuaca. Antisipasi terhadap potensi bencana, termasuk kemungkinan erupsi Gunung Merapi, juga telah dipersiapkan,” ujarnya.

Anggoro menambahkan, DI Yogyakarta sebagai destinasi wisata utama diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan. Penambahan ruas jalan dan destinasi wisata baru juga berpotensi menimbulkan titik kemacetan.

“Dalam rakor sebelumnya yang dipimpin oleh Mendagri, disampaikan bahwa Yogyakarta merupakan salah satu tujuan wisata utama nasional. Karena itu, kami memprediksi akan terjadi peningkatan volume kendaraan yang dapat menimbulkan kemacetan, serta adanya potensi meningkatnya kriminalitas,” ucapnya.

1.975 Polisi Dikerahkan, 21 Pos Pengamanan Disiapkan

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran pergerakan wisatawan, Polda DIY menyiapkan Operasi Lilin Progo 2025. Operasi terpusat dari Mabes Polri itu mengerahkan 1.975 personel Polri, ditambah 700 personel instansi terkait serta dukungan komunitas masyarakat.

Selain 21 pos pengamanan dan pelayanan, terdapat pula delapan pos pantai dan waduk yang menjadi titik rawan akibat dinamika cuaca. Total 19 pos jaga ditempatkan merata di satu kota dan empat kabupaten.

Terkait cuaca, peringatan dini gelombang tinggi di pesisir selatan pada 14–16 Desember juga menjadi perhatian. Informasi kepada wisatawan, penduduk pesisir, dan nelayan akan digencarkan.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti menegaskan bahwa sesuai arahan Gubernur, arus kendaraan pada masa Nataru harus dipisahkan secara ketat. Salah satunya dengan mengarahkan kendaraan yang hanya melintas untuk tidak memasuki pusat kota.

“Arahan dari Ngarsa Dalem menekankan bahwa pada arus Nataru, konsentrasi kendaraan perlu dipecah. Kendaraan pribadi maupun bus yang hanya melintas di Yogyakarta tidak diperbolehkan masuk kota. Mereka akan diarahkan ke ruas-ruas jalan alternatif,” ujar Erni.

Dishub menyiapkan tujuh jalur alternatif untuk memecah arus pemudik dan wisatawan yang tidak memiliki tujuan ke pusat kota. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi kepadatan di Malioboro, kawasan dengan konsentrasi wisatawan tertinggi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved