Jumlah Pengunjung Malioboro Diperkirakan Capai 1,5 Juta Selama Libur Nataru 2025/2026

Diasumsikan pengunjung Teras Malioboro Beskalan dan Ketandan adalah 10-20 persen dari total kunjungan harian kawasan Malioboro.

DOKUMENTASI untuk TRIBUNJOGJA.COM
KAWASAN WISATA MALIOBORO - Foto dok ilustrasi. Salah satu penggal kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Lebih dari  satu juta pengunjung diperkirakan berlibur ke Malioboro selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraeni mengatakan tidak ada mekanisme yang pasti untuk menghitung jumlah pengunjung di Malioboro

Sebagai gantinya, pihaknya mengacu dari jumlah kunjungan Teras Malioboro. Diasumsikan pengunjung Teras Malioboro Beskalan dan Ketandan adalah 10-20 persen dari total kunjungan harian kawasan Malioboro.

"Kami memang tidak pernah memegang data resmi, karena Malioboro kan banyak pintu masuk ya. Kami narik datanya dari Teras Malioboro," katanya, Selasa (30/12/2025).

"Dari Teras Malioboro itu kan rata-rata per hari di angka 15 ribu per hari. Jadi asumsinya, Teras Malioboro itu adalah 10-20 persen kunjungan ke Malioboro, berarti kunjungan ke Malioboro antara 80 - 100 ribu per hari," sambungnya.

Ia menyebut jumlah pengunjung Malioboro relatif stabil setiap harinya, namun puncak kunjungan terjadi pada Sabtu (27/12/2025) lalu. 

Menurut dia, jumlah pengunjung tetap stabil. Kenaikan pengunjung pada malam pergantian tahun baru juga diperkirakan tidak signifikan. Hal itu karena tidak ada pesta kembang api.

"Kalau dibagi rata itu stabil sih. Karena peringatan tahun baru juga nggak ada acara atau kembang api. Jadi mungkin ya kenaikannya nggak terlalu signifikan. Jadi mungkin kita bisa kunci 1,5 juta (jumlah kunjungan ke Malioboro)," terangnya.

Ia menyebut jumlah kunjungan tersebut mencapai tiga kali lipat dari tahun 2024 silam. Sebab pada libur Nataru 2024/2025 lalu jumlah pengunjung Malioboro hanya sekitar 500 ribu.

Tingginya kunjungan ke Malioboro ini disebabkan oleh kemudahan akses. Apalagi saat ini DIY mulai terhubung dengan tol Jogja-Solo via Prambanan, Klaten.

"Jogja memang menjadi pilihan karena akses paling mudah ya. Ada di satu pulau, jadi wisatawan dari Jateng, Jatim, Jabar itu akan lebih mudah mengakses ke Jogja. Kemudian juga jalur tol, moda transportasi sangat mudah di Jogja," imbuhnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved