Derby DIY di Super League, Seto Nurdiyantoro Berharap PSIM dan PSS Ukir Prestasi

Pertemuan PSIM dan PSS Sleman dipastikan menjadi salah satu laga yang paling dinantikan pecinta sepak bola.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
SOAL DERBY: Legenda Sepak Bola DIY, Seto Nurdiyantoro saat ditemui beberapa waktu lalu. 
Ringkasan Berita:
  • PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman akan untuk pertama kalinya berlaga bersama di Super League 2026/2027.
  • Seto Nurdiyantoro berharap Derby DIY menghadirkan tontonan menarik dan mampu mengganggu dominasi klub-klub besar Indonesia.
  • Derby DIY diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan suporter dengan menjunjung tinggi sportivitas dan fair play.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Derby sarat gengsi antara PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman akan menghiasi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim depan. 

Untuk pertama kalinya, kedua tim asal Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut akan berlaga secara bersamaan di Super League 2026/2027.

Derby DIY paling dinantikan

Pertemuan PSIM dan PSS Sleman dipastikan menjadi salah satu laga yang paling dinantikan pecinta sepak bola.

Pertarungan kedua tim tidak hanya memperebutkan tiga poin, tetapi juga menyangkut sejarah panjang dan nama besar sepak bola DIY.

Legenda sepak bola DIY, Seto Nurdiyantoro, berharap dua klub yang pernah dibelanya sebagai pemain sekaligus pelatih itu mampu menorehkan prestasi di kompetisi tertinggi Tanah Air.

Menurut Seto, kehadiran PSIM dan PSS di Super League diharapkan mampu memberi warna baru sekaligus merusak dominasi klub-klub mapan Indonesia seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, hingga Persebaya Surabaya.

“Harapannya jadi tontonan yang menarik. Namanya kompetisi harus menjadi dan berusaha jadi yang terbaik, harapannya itu dari sisi permainan,” ujar Seto, Selasa (16/6/2026).

Momentum pererat persaudaraan antarsuporter

Selain menghadirkan pertandingan yang berkualitas, Seto juga berharap Derby DIY dapat menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antarsuporter.

Menurutnya, rivalitas yang tersaji di lapangan seharusnya tidak menghilangkan semangat sportivitas dan saling menghargai di luar pertandingan.

“Menjadi momentum untuk teman-teman suporter untuk saling menghargai, suportif, dan bisa memaknai fair play-nya lebih,” kata Seto.

Derby DIY di Super League musim depan pun tak hanya menjadi ajang pembuktian dua tim kebanggaan Yogyakarta, tetapi juga kesempatan menunjukkan bahwa rivalitas dapat berjalan beriringan dengan persaudaraan dan sportivitas.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved