Kesaksian Warga Soal Markas Scammer Jaringan Internasional di Gito-Gati Sleman yang Digerebek Polisi

Warga mengaku semula tidak begitu menaruh curiga, rumah lantai dua yang berada di tepi Jalan raya itu menjadi markas penipuan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
LOKASI PENGGEREBEKAN - Rumah dua lantai di jalan Gito-gati tepatnya di Donoharjo, Ngaglik, tampak sepi. Rumah ini pada Senin (5/1/2026) kemarin digerebek aparat dari Polresta Yogyakarta karena diduga menjadi tempat praktik scam jaringan internasional. 

Ringkasan Berita:
  • Warga sekitar lokasi penggerebekan di Jalan Gito-Gati Sleman mengaku tak menaruh curiga pada rumah ruko yang ternyata diduga markas tindak penipuan (scam)
  • Setiap hari, rumah ruko tersebut dipenuhi oleh pemuda-pemudi yang diduga sebagai karyawan
  • Saat dilakukan penggerebekan, polisi disebut menyita sejumlah barang bukti berupa handphone dan laptop

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Warga di sekitar Jalan Gito-Gati, Donoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman dikejutkan dengan penggerebekan sebuah ruko yang diduga digunakan untuk praktik scammer jaringan internasional, pada awal Januari 2026 ini.

Warga mengaku semula tidak begitu menaruh curiga, rumah lantai dua yang berada di tepi Jalan raya itu menjadi markas penipuan.

Sebab aktivitasnya serupa kantor dengan banyak karyawan. 

"Kalau yang saya lihat setiap hari ramai, buka 24 jam," kata N, warga yang setiap hari bekerja di dekat rumah ruko tersebut, ditemui Selasa (6/1/2026). 

N mengatakan setiap hari ruko tersebut dipenuhi oleh pemuda-pemudi yang diduga sebagai karyawan.

Plat kendaraan mereka bukan hanya dari Yogyakarta, namun juga luar daerah.

Mereka berpakaian baju bebas formal selayaknya karyawan.

Saat jam kerja, rolling door bagian depan juga dibuka. Artinya tidak tertutup total. 

Baca juga: Polisi Gerebek Ruko Markas Scam Jaringan Internasional di Sleman

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti, pekerjaan apa yang mereka lakukan.

Namun sempat mendapat kabar dari tukang parkir setempat bahwa mereka bekerja sebagai admin dan Customer Service (CS). 

"Saya tidak tahu kerja dan aktivitasnya apa. Kalau pas buka, ya pintunya dibuka. Orang datang sampai (parkiran) full, keluar masuk, keluar masuk," ujar dia. 

Saat jam istirahat, orang-orang yang bekerja di dalam rumah keluar untuk mencari makanan.

Terkadang ada yang makan soto di seberang kantor maupun makan lainnya. 

Digerebek Polisi

Penggerebekan yang dilakukan Polisi di rumah ruko tersebut dilakukan pada Senin (5/1/2026).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved