Pemda DIY Siagakan Tenaga Medis di Pantai Selatan Hadapi Musim Ubur-ubur Saat Libur Akhir Tahun

Selain tenaga medis, Pemda DIY juga memperkuat pengamanan melalui pengerahan 328 personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI).

Tayang:
Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho
Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji. 
Ringkasan Berita:
  • Pemda DIY menyiagakan personel tenaga medis di kawasan Pantai Selatan saat musim libur akhir tahun
  • Fenomena kemunculan ubur-ubur yang kembali terpantau di sejumlah titik pesisir selatan dikhawatirkan memicu insiden sengatan pada wisatawan, terlebih saat ramai pengunjung selama libur Nataru
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menghadapi risiko sengatan ubur-ubur pada puncak kunjungan wisata akhir tahun, Pemda DIY mengerahkan tenaga medis di sejumlah pantai, sebuah langkah yang dinilai penting mengingat rentannya anak-anak terhadap hewan laut tersebut.

Kepala Satpol PP DIY, Bagas Seno Adji, mengatakan kebijakan ini merupakan tindak lanjut instruksi langsung Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. 

Fenomena kemunculan ubur-ubur yang kembali terpantau di sejumlah titik pesisir selatan dikhawatirkan memicu insiden sengatan pada wisatawan, terlebih ketika pantai-pantai Yogyakarta diprediksi ramai pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ngarsa Dalem sudah memerintahkan ada tenaga medis yang siap di lokasi pantai-pantai. Jangan sampai begitu ada musibah, masyarakat yang kena sengatan ubur-ubur harus lari ke ibu kota untuk mengobati,” ujar Bagas.

Ia menambahkan bahwa keberadaan tenaga kesehatan di lapangan menjadi keharusan karena sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan efek serius, terutama pada anak-anak yang kerap tertarik pada warna mencolok hewan tersebut. 

“Ini kan musimnya ubur-ubur. Ubur-ubur itu kan menarik, ya. Untuk dipegang, ada warnanya, biru dan sebagainya. Begitu dipegang, kena sengatan,” ujarnya.

Baca juga: Polda DIY Siapkan 21 Posyan dan Pospam untuk Kelancaran Operasi Lilin Progo 2025

Selain tenaga medis, Pemda DIY juga memperkuat pengamanan melalui pengerahan 328 personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI).

Mereka disebar ke lima kawasan pantai selatan, ditambah pos penjagaan di Waduk Sermo, Kaliurang, serta Markas Komando (Mako).

Penempatan personel dilakukan untuk memastikan respons cepat ketika terjadi insiden, baik sengatan ubur-ubur maupun kecelakaan wisata lainnya.

“Dalam periode Nataru kami fokus pada pengamanan wisata pantai. Kami menerjunkan teman-teman dari SRI, Satlinmas Rescue Istimewa, ada 328 personel,” kata Bagas. 

Ia menegaskan bahwa panjang garis pantai DIY yang mencapai 113 kilometer, membentang dari Kulon Progo hingga Gunungkidul, membutuhkan kesiapan tambahan agar mobilisasi petugas tetap optimal.

Bagas juga mengingatkan wisatawan untuk tidak menyentuh ubur-ubur yang terdampar di bibir pantai. 

Petugas akan mengintensifkan imbauan langsung kepada wisatawan, terutama keluarga yang membawa anak kecil.

Dengan kesiapsiagaan tenaga medis dan personel pengamanan, Pemda DIY berharap risiko sengatan ubur-ubur dapat ditekan selama puncak kunjungan wisata akhir tahun, sehingga masyarakat tetap dapat berlibur dengan aman dan nyaman di kawasan pantai selatan. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved