Upaya Optimalisasi Teras Malioboro, Pedagang Usulkan Fasilitas Shuttle dan Sterilisasi Pedagang Liar
Pemda DIY menyerap berbagai aspirasi, masukan, dan tantangan riil yang dihadapi pelaku UKM di lapangan tentang optimalisasi Teras Maliobroo
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pemda DIY berupaya untuk mengoptimalkan Teras Malioboro sebagai ikon baru wisata belanja dan pusat perputaran ekonomi kerakyatan
- Muncul dorongan kuat untuk segera menata infrastruktur parkir, menyediakan fasilitas shuttle terintegrasi, serta menertibkan pedagang liar di sepanjang jalur utama dan jalan sirip Malioboro.
- Perwakilan tenant mengusulkan agar pemerintah segera menyediakan area parkir yang lebih memadai dan berjarak lebih dekat dengan lokasi Teras Malioboro.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya mengoptimalkan Teras Malioboro sebagai ikon baru wisata belanja dan pusat perputaran ekonomi kerakyatan terus digenjot oleh Pemda DIY.
Melalui kolaborasi dan evaluasi bersama perwakilan pedagang, muncul dorongan kuat untuk segera menata infrastruktur parkir, menyediakan fasilitas shuttle terintegrasi, serta menertibkan pedagang liar di sepanjang jalur utama dan jalan sirip Malioboro.
Langkah sinergis tersebut dimatangkan dalam Ruang Diskusi Publik yang digelar di Teras Malioboro beberaa waktu lalu, yang kini mulai diakselerasi sebagai tindak lanjut penataan kawasan.
Pertemuan strategis yang dibuka oleh Kepala BLUT KUMKM DIY, Wisnu Hermawan, ini menjadi wadah penyelarasan langkah antara pemangku kebijakan dan pelaku usaha.
Diskusi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Turut hadir mendampingi adalah Asisten Bidang Administrasi Umum, Asisten Sekda Bidang Perekonomian & Pembangunan Setda DIY, serta jajaran kepala dinas lintas sektor yang meliputi Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, dan Kepala Dinas Perhubungan DIY.
Aksesibilitas dan Fasilitas Pengunjung
Diskusi lintas sektoral tersebut secara khusus menyoroti arah penataan kawasan demi kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga stabilitas niaga para tenant (penyewa).
Dalam forum tersebut, Pemda DIY menyerap berbagai aspirasi, masukan, dan tantangan riil yang dihadapi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di lapangan.
Salah satu fokus utama adalah aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan.
Para perwakilan tenant mengusulkan agar pemerintah segera menyediakan area parkir yang lebih memadai dan berjarak lebih dekat dengan lokasi Teras Malioboro.
Sebagai solusi konkret, pedagang juga mendorong pengadaan fasilitas shuttle pterintegrasi.
Fasilitas ini diharapkan mampu menghubungkan kantong-kantong parkir bus luar kota langsung menuju kawasan Teras Malioboro, sehingga memudahkan mobilitas langkah pengunjung untuk berbelanja.
Baca juga: Draf Revisi Perda KTR: Merokok di Kawasan Malioboro Bakal Kena Denda Langsung
Penertiban Tata Ruang
Di samping pembenahan infrastruktur penunjang, penegakan ketertiban tata ruang dan estetika kawasan menjadi komitmen bersama yang sangat ditekankan.
Para tenant secara tegas mengajak pemerintah untuk mengoptimalkan penertiban sesuai komitmen yang telah disepakati pada awal masa relokasi.
| Jogja Takbir Festival 2026 Kembali Bergulir di Malioboro, Kampanyekan Isu Lingkungan |
|
|---|
| Perlindungan Budaya dan Ekosistem Karst Jadi Pijakan Penguatan Keistimewaan DIY |
|
|---|
| Hitung Mundur Revitalisasi Jembatan Kewek Jogja, Pembongkaran Fisik Dimulai Bulan Depan |
|
|---|
| Siasati Kapasitas Fiskal, Pemda DIY Garap Potensi Ekonomi Baru di Bantul untuk Dongkrak PAD |
|
|---|
| Pemda DIY Matangkan Desain RTH Abu Bakar Ali dan Identifikasi Penataan Panggung Krapyak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Teras-Malioboro-Diklaim-Serap-40-Persen-Wisatawan-selama-Libur-Lebaran.jpg)