Pengumuman! Arus ke Malioboro Berubah Selama Jembatan Kewek Diperbaiki

Perubahan arus lalul intas menuju Malioboro akan diberlakukan mulai 10 Desember 2025 mendatang.

|
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
PENGALIHAN ARUS LALU LINTAS - Kondisi terkini Jembatan Kewek yang menghubungkan kawasan Kotabaru dan Malioboro, Kota Yogyakarta. Perubahan arus lalu intas menuju Malioboro akan diberlakukan mulai 10 Desember 2025 mendatang. 

Kondisi Jembatan Kewek mendapat perhatian khusus dari Sri Sultan Hamengku Buwono X.  

Gubernur DIY itu menggelar pertemuan tiga jam dengan Wali Kota Hasto Wardoyo di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (4/12/25) guna membahas hal itu.

Berlangsung tertutup sepanjang pukul 11.00-14.00 WIB, pertemuan itu membahas isu tata kota, utamanya soal kondisi kritis Jembatan Kewek dan kelanjutan rencana full pedestrian Malioboro.

Gubernur DI Yogyakarta itu menyoroti kondisi Jembatan Kewek yang sudah membahayakan, sehingga harus diambil langkah strategis.

Menurutnya, upaya antisipatif harus secepatnya dilakukan untuk mencegah kerusakan semakin parah, seiring intensitas hujan yang akhir-akhir ini terus meningkat.

"Masalahnya kan ada tahapan. Semua pakai dasar anggaran. Untuk sementara ini, untuk antisipasi, ya harus diperbaiki," katanya setelah pertemuan.

"Dalam konteks agar tidak membahayakan, (di tengah) kemungkinan tanah longsor, atau makin turun (kekuatan konstruksinya), itu yang akan dilakukan," tambah Sultan.

Untuk menempuh rehabilitasi yang rencananya akan dilangsungkan secara total, ia menegaskan, bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sudah berupaya meminta bantuan anggaran, khususnya, dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
                        
Pasalnya, beban pembiayaan pembangunan Jembatan Kewek yang dibutuhkan mencapai hingga belasan miliar rupiah.

"Kami minta APBN, departemen, untuk bisa membiayai, yaitu PU. Tapi, kita sudah bisa menuyelesaikan sampai pembiayaan, ya kan? Total (kebutuhan anggaran) Rp19 Miliar," jelasnya.

Kerusakan struktural 

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengamini, jembatan bersejarah tersebut mengalami kerusakan struktural yang cenderung sangat serius. 

Berdasarkan kajian teknis, ujung jembatan yang sudah dibangun di era kolonial Belanda pada kisaran 1920-an itu telah patah dan mengalami pergeseran.

"Yang sekarang itu kan Jembatan Kewek patah, di ujungnya ada patah, geser 3 senti, terbuka 3 senti, turun 10 senti. Sampai di bawahnya itu juga anjlok. Kekuatannya tinggal 20-30 persen," ujarnya.

Merespons kondisi tersebut, ia menyatakan, Sri Sultan HB X telah memberikan arahan untuk segera mengambil tindakan cepat guna mencegah kejadian yang tak diinginkan.

Sebagai langkah jangka pendek, Pemerintah Kota Yogyakarta akan membatasi akses kendaraan yang melintas di atas Jembatan Kewek, menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Salah satunya adalah menutup sebagian. Jadi, mungkin di situ hanya kita pulihkan lewat kendaraan kecil saja, sepeda motor dan sebagainya. Kendaraan lain yang berat-berat, tidak bolehkan," ujarnya.

Kabar baik

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved