Diskusi BGN dan Kadin DIY: IQ RI Paling Rendah di ASEAN, Ketersediaan Protein MBG Dinilai Kritis
Konsumsi telur di Indonesia relatif baik, tetapi kontribusi protein hewani lain masih sangat minim.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Setiap pabrik kecuali di Yogya yang hanya butuh 10 persen dari 2 pabrik lain yang perlu 2 juta ton singkong dan 1 juta ton gula tiap tahun.
Menurut Edwin, agar fase awal investasi dapat berjalan, perusahaan membutuhkan serapan minimal 15.000 ton microprotein per tahun, sementara kebutuhan operasi penuh dapat mencapai 120.000–180.000 ton.
Microprotein Ultimeat dijual di kisaran US$3,5 per kilogram atau sekitar Rp56.000, jauh lebih murah dibanding harga rata-rata ayam (Rp40.000–60.000/kg), daging kambing (Rp120.000–140.000/kg), dan daging sapi (Rp130.000–160.000/kg).
Edwin menjelaskan bahwa harga microprotein relatif stabil karena berbasis fermentasi dan tidak bergantung pada fluktuasi pakan, cuaca, atau siklus panen ternak.
“Harga ayam dan sapi naik-turun, tapi microprotein sifatnya konsisten dan bisa diproduksi dalam tujuh hari,” ujarnya.
Sebagai tahap awal, Ultimeat akan mengirim satu kontainer (9 ton) microprotein dari fasilitas Malaysia untuk uji coba di 30 SPPB di Yogyakarta, Pemalang, dan Malang. Produk itu akan dipakai tanpa biaya selama dua hari dalam dua pekan, sembari menunggu administrasi perizinan selesai.
“Kami ingin melihat bagaimana penerimaan rasa dan kesiapan dapur MBG,” kata Sam Kin Kit, Finance Director Ultimeat.
Edwin menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya akan menyasar MBG, tetapi juga pasar retail modern, industri makanan olahan, serta horeca.
“Ambisi kami adalah membantu Indonesia memiliki industri protein berbasis bahan lokal yang kuat dan tahan gejolak,” tuturnya.(*)
| Sony Sonjaya 'Berkicau', Sebut 26 Tokoh Terlibat Korupsi Tata Kelola MBG |
|
|---|
| Pengamat UGM: Ganti Kepala BGN Saja Tak Cukup, Sistem Harus Dibenahi |
|
|---|
| Dukung Arahan Presiden Soal Keamanan Pangan, Dapur MBG di Jogja Ini Uji Coba Sistem IT 'Simetris' |
|
|---|
| Kongkalikong Mantan Kepala BGN di Balik Dapur Gizi |
|
|---|
| APJI Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Perkuat SDM dan Standar Industri Jasaboga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/FGD-BGN-bersama-KADIN-DIY.jpg)