APJI Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Perkuat SDM dan Standar Industri Jasaboga

APJI siap mengambil bagian dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis yang tengah dijalankan pemerintah.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Pembukaan Rakernas APJI di Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) menegaskan komitmennya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan standar keamanan pangan, serta transformasi digital industri jasaboga nasional.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJI 2026 yang berlangsung di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, pada 3–5 Juni 2026. 

Kegiatan yang mengusung tema “Konsolidasi Nasional dan Pengokohan Organisasi Menuju APJI sebagai Mitra Strategis Utama Jasaboga” itu diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum DPP APJI, Tashya Megananda Yukki, mengatakan Rakernas menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan daya saing pelaku usaha jasaboga.

“Rakernas APJI merupakan momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan daya saing anggota. Kami ingin memastikan APJI terus menjadi organisasi yang relevan, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri jasaboga Indonesia,” ujar Tashya saat pembukaan Rakernas, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, industri jasaboga memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, peningkatan kualitas gizi masyarakat, pengembangan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja. 

Karena itu, APJI siap mengambil bagian dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis yang tengah dijalankan pemerintah.

“Sebagai organisasi yang menaungi pengusaha jasaboga, APJI berkomitmen mendukung program pemerintah melalui penguatan kapasitas SDM dan peningkatan standar industri. Dukungan tersebut diwujudkan melalui edukasi, pelatihan, dan sertifikasi di bidang manajemen katering, keamanan pangan, serta higienitas pengolahan makanan,” katanya.

Baca juga: Malioboro Ditarget Bebas Kendaraan Bermotor Mulai November 2026, Ini Skemanya

Tashya menambahkan, sektor jasaboga bersama industri makanan dan minuman memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. 

Industri tersebut disebut menyumbang hampir 10 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atau sekitar Rp2.300 triliun serta menyerap jutaan tenaga kerja.

Selain membahas arah kebijakan organisasi, Rakernas APJI 2026 juga menjadi ajang peluncuran dan penguatan platform digital APJI Connect.

Platform ini dirancang sebagai ekosistem bisnis yang menghubungkan pelaku usaha jasaboga dengan berbagai pemangku kepentingan dalam satu jaringan terintegrasi.

“APJI Connect merupakan platform ekosistem bisnis jasaboga nasional yang menghubungkan pengusaha, supplier, UMKM, perbankan, pemerintah, hingga investor dan buyer internasional. Melalui platform ini, pelaku usaha akan memperoleh akses pasar yang lebih luas, koneksi bisnis yang kuat, dan nilai tambah yang nyata,” jelasnya.

Sementara itu, panitia penyelenggara menyebut Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah Rakernas karena dinilai memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan semangat APJI, terutama dalam menjaga budaya, kuliner, dan kolaborasi.

Selama tiga hari pelaksanaan, Rakernas menjadi wadah bagi pengurus APJI dari seluruh Indonesia untuk menyusun program kerja organisasi ke depan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved