Mulai Besok, Pemkab Bantul Akan Lakukan Penanganan Darurat Jalan Putus dan Longsor di Imogiri

Pemkab Bantul akan melakukan penanganan darurat terhadap jalan putus dan longsor yang berada di Kalurahan Sriharjo Imogiri, mulai besok Senin

Tayang:
Tribunnews.com
Sejumlah warga di Srikeminut di Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, sedang melintasi jalan setapak dekat jalan putus pada Senin (24/11/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan melakukan penanganan darurat terhadap jalan putus dan longsor yang berada di Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul mulai besok Senin (1/12/2025).

Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah, berujar ada dua hal yang akan dilakukan oleh Pemkab Bantul yakni membuat jalan pertolongan bambu dengan panjang sekitar 220 meter dari ujung timur ke barat dengan lebar 1,7 meter, sehingga dapat dilalui kendaraan sepeda motor.

"Kemudian, di jalan longsor akan dilakukan penanganan darurat. Saya tidak paham betul teknisnya. Tapi, kira-kira di lokasi itu akan dikasih bronjong dan seterusnya untuk menahan longsor di sisi utara. Kira-kira seperti itu," katanya saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Minggu (30/11/2025).

Di sisi lain, setelah jalan utama di dekat wisata Srikeminut itu putus, warga setempat telah bergotong royong membangun jalan darurat di sebelah jalan putus itu. Penanganan dilakukan dengan menggunakan bahan dari bambu dan kayu. 

"Jadi itu inisiatif warga yang kami atau Pemerintah Kalurahan Sriharjo dukung. Karena sejak longsor itu, warga setempat kan sudah berkumpul, walaupun Pemkab Bantul sudah membuat rancangan penanganan darurat," tuturnya. 

Lebih lanjut, sebelum jalur penanganan dibuat oleh warga setempat, pihaknya kerap melihat anak-anak pergi dan pulang sekolah dengan melintasi jalan setapak yang becek. Kondisi itu membuat ia meresa prihatin, sehingga perlu ditolong dengan cepat.

"Dan kalau menunggu jalan pertolongan yang dibuat oleh Pemkab Bantul, paling tidak satu atau dua minggu baru jadi dari proses sebelumnya. Jadi, kemarin, kalau warga mau bikin jalan darurat ya tidak apa-apa, tapi kalau jalan darurat dari Pemkab Bantul sudah jadi, ya lewat jalan darurat dari Pemkab Bantul saja yang lebih aman," ujar dia.

Kendati begitu, jalur darurat yang dibuat oleh masyarakat setempat pada saat ini, dinilai masih cukup rawan.

Pasalnya, jalan tersebut dibuat persis di sebelah jalan putus dan longsor.

Baca juga: Momen Siswa SD Kedungmiri Bantul Sekolah Lewat Jalan Setapak Akibat Longsor di Imogiri

Sedangkan, jalan yang akan dibuat oleh Pemkab Bantul, diyakni akan lebih tepat dan aman untuk dilintasi masyarakat dan kendaraan roda dua saja.

Nantinya, apabila jalan tersebut dilakukan penanganan oleh pemerintah dengan alat berat, dimungkinkan masyarakat setempat sudah tidak bisa lagi melintasi jalan yang dari bambu dan kayu itu.

Akan tetapi, masyarakat bisa melintasi jalan pertolongan bambu yang akan dibuat oleh Pemkab Bantul mulai besok.

"Kira-kira, mungkin (material penanganan jalan putus dekat wisata Srikeminut) sudah turun ya. Nanti sore, saya mau ke lokasi itu, karena di sana mau ada doa bersama untuk penanganan besok pagi," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, mengatakan, terus melakukan koordinasi dengan balai sungai mengingat lokasi kejadian dekat dengan Sungai Oya.

"Yang pasti ada dua langkah yang kami ambil. Langkah pertama yang waktu dekat, sehingga masyarakat bisa bergerak dan mengakses. Dan langkah kedua menjadi langkah ke depannya," ucap Jimmy.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved