Pemkab Bantul Gencarkan Imunisasi Heksavalen dengan Sasaran 10 Ribu Balita
Pemkab Bantul akan gencarkan pemberian imunisasi heksavalen untuk memperkuat perlindungan dari enam jenis penyakit menular.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bantul akan gencarkan pemberian imunisasi heksavalen untuk memperkuat perlindungan dari enam jenis penyakit menular.
- Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan, ada lebih dari 10 ribu Balita umur 2-5 bulan di Bumi Projotamansari.
- Usia Balita itu rentan terpapar penyakit, sehingga perlu dilakukan imunisasi heksavalen.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, DI Yogyakarta, akan gencarkan pemberian imunisasi heksavalen kepada anak-anak untuk memperkuat perlindungan dari enam jenis penyakit menular.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan, ada lebih dari 10 ribu Balita umur 2-5 bulan di Bumi Projotamansari.
Usia Balita itu rentan terpapar penyakit, sehingga perlu dilakukan imunisasi heksavalen.
"Ada enam penyakit yang harus dicegah yang kemungkinan memapar ke anak-anak Balita kita. Anak-anak usia 2-5 bulan," katanya, kepada awak media, di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Jumat (28/11/2025).
Adapun enam penyakit itu berupa difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, haemophilus influenzae tipe B (Hib), dan polio.
Enam penyakit itu yang perlu dilakukan pencegahan dengan sekali pemberian imunisasi heksavalen.
"Enam ini lah yang akan dilakukan pencegahannya melalui imunisasi tugas Puskesmas dibantu Posyandu. Semua anak Bantul harus diimunisasi, dilakukan sweeping, sehingga anak-anak kita bebas atau setidaknya diminimalisasi dampak dari penyakit-penyakit itu," ujarnya.
Dikatakannya, tindakan imunisasi heksavalen menjadi suatu komitmen untuk mewujudkan anak-anak Bumi Projotamansari yanh sehat, dibanding dengan generasi terdahulu.
"Karena, mereka ini gen alpha. Generasi Emas Indonesia yang sejak kecil ini, istilah Jawa harus dinik-nik, harus diopeni tenanan. Jangan sampai mereka itu sakit. Jadi, ya sehat badannya, cerdas akalnya, dan akhirnya mereka punya daya saing," papar Halim.
Sementara itu, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, berujar, imunisasi heksavalen baru mulai dilakukan di sembilan provinsi, salah satunya DIY.
"Tiga di provinsi yang memang capaiannya saat ini untuk imunisasi baik, ada DIY, Bali dan NTB. Kemudian, ada enam provinsi di tanah Papua untuk bisa menekan risiko tinggi mereka terhadap polio," ucapnya.
Lebih lanjut, pada tahun depan, Kemenkes akan melakukan imunisasi di seluruh provinsi Indonesia. Untuk cakupan, katanya sama seperti imunisasi lainnya.
Di mana, target yang diberikan bukan hanya melindungi diri anak-anak yang mendapat imunisasi, tapi juga harus menciptakan kekebalan imunitas.
"Maka, capaian setiap imunisasi, kita harapkan minimal 95 persen. Kalau bisa 100 persen gitu ya. Tetapi, ada satu, dua anak yang mungkin karena keadaannya tidak boleh diimunisasi, makanya kita bikin target 95 persen," tandas dia.
| Praktik Promosi Dengan Visual Balita Tuai Kritik |
|
|---|
| DPRD Bantul Lakukan Penyesuaian Skema WFH Sekali dalam Seminggu |
|
|---|
| Pemkab Bantul Terapkan Car Free Day to Office, ASN Beralih ke Sepeda |
|
|---|
| Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Bantul, Operasional Dua SPPG Dihentikan Sementara |
|
|---|
| Pemkab Bantul Tanggapi Kasus Lurah Seloharjo yang Digugat Mantan Dukuh Pelaku Kasus Pencurian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Bantul-Abdul-Halim-Muslih-bicara-soal-imunisasi-heksavalen-di-halaman-kantor-Dinas-Kesehatan.jpg)