Warga Jogja Resah Harga Telur Makin Tinggi, MBG Jadi Sorotan
Warga Daerah Istimewa Yogyakarta atau Jogja khawatir dan resah harga teluar akan terus naik.
Lonjakan permintaan itu kemudian mendorong kenaikan harga sejak dari tingkat produsen, lantar merambat di pasar eceran.
Selain telur, Ris menyebut sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan harga, mulai dari daging ayam, cabai merah, bawang merah, bawang putih, hingga tomat.
"Kenaikan harga komoditas ini juga tidak jauh berbeda karena pengaruh dari permintaan program MBG, terutama ayam yang biasanya Rp36.000 sekarang menjadi Rp40.000," terangnya.
Meski begitu, pihaknya memastikan stok telur di Gunungkidul masih aman. Pihaknya akan memantau distribusi agar tidak terjadi kelangkaan dan menjaga harga tidak terus merangkak naik.
“Kami akan lakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan distributor agar pasar tetap stabil. Yang penting tidak ada panic buying,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogyakarta, mencatat, harga telur di Pasar Beringharjo bertengger di angka Rp31.000 per kg.
"Harga telur sudah sejak dua minggu ini memang tinggi, di harga Rp31.000 di Pasar Beringharjo," kata Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Yogyakarta, Sri Riswanti.
Menurutnya, lonjakan permintaan untuk menunjang program MBG disinyalir menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi harga telur di pasaran.
"Hal tersebut dipengaruhi peningkatan kebutuhan protein telur dengan dibukanya beberapa titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk program MBG," jelasnya.
Selain lonjakan permintaan yang tiba-tiba, Riswanti menyebut, ada faktor lain dari sisi produsen atau hulu yang ikut berkontribusi pada kenaikan harga.
"Menurut informasi yang kami dapatkan karena ada kenaikan harga jagung sebagai bahan pakan, dan kemungkinan adanya ketidakseimbangan supply dan demand," ujarnya.
Pengaruh MBG
Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Sleman, Kurnia Astuti, juga menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) memengaruhi tingginya permintaan telur.
Nia mengaku belum pernah menghitung total kebutuhan telur ayam untuk MBG di Sleman, karena itu urusan Badan Gizi Nasional (BGN).
Namun, dengan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencapai 62 unit di Sleman, kebutuhan telur ayam dipastikan cukup tinggi.
Satu dapur SPPG rata-rata memproduksi 3.000-3.500 porsi per hari. Jika dalam satu hari seluruh SPPG serentak menggunakan telur ayam, seperti pada Jumat (17/10) kemarin saat momen ulang tahun Presiden Prabowo Subianto disediakan menu nasi goreng dan telur ceplok, maka kebutuhan telur mencapai ribuan kilogram.
Kepala SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo mengungkapkan, kebutuhan bahan pangan yang digunakan di SPPG tergantung menu disajikan.
Misalnya, satu hari ada menu telur ayam, maka di SPPG yang ia kelola membutuhkan 4.000 butir telur ayam.
“Jika 1 kilogram telur ayam dirata-rata berjumlah 15 butir, maka kami kurang lebih butuh 307 kilogram telur ayam," ujar dia.
Joni mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, pihaknya berkolaborasi dengan badan usaha milik kalurahan (bumkal) sebagai supplier, mengambil bahan baku dari peternak lokal di Seyegan.
Ia memastikan, belanja bahan baku dilakukan harian dan selalu mengedepankan kualitas. (Tim Tribun Jogja)
harga telur
telur
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Meaningful
Yogyakarta
Jogja
Multiangle
Eksklusif
SaksiKata
MBG
| Lurah Seloharjo Bantul Digugat Usai Pecat Dukuh yang Mencuri Gamelan |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Jogja selama Long Weekend Paskah Tak Sesuai Harapan |
|
|---|
| Harga Kantong Plastik Melejit, Pemkot Yogya Waspadai Dampaknya ke Banderol Bapok |
|
|---|
| Sekda DIY Pastikan WFH ASN Bukan Hari Libur: Wajib Ada Laporan dan Output Harian |
|
|---|
| Harga Plastik Melonjak, Pedagang Kemasan Plastik Bingung Tentukan Harga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Subur-pedagang-telur-di-Beringharjo.jpg)