Harga Plastik Melonjak, Pedagang Kemasan Plastik Bingung Tentukan Harga

Kenaikan harga plastik memang sudah terjadi sejak Ramadan lalu. Namun kenaikannya masih tipis.

Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
HARGA PLASTIK: Suasana toko plastik dan bahan kue Berkah di Kabupaten Sleman, Senin (6/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Harga plastik naik tajam sejak akhir Maret 2026 akibat gangguan pasokan global.
  • Pedagang kemasan bingung menentukan harga karena konsumen banyak mengeluh.
  • Konsumen cenderung memilih produk lebih murah, termasuk beralih ke kemasan kertas meski juga ikut naik.
 

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Harga plastik meroket akibat gangguan pasokan global sebagai dampak dari konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga plastik ini pun membuat pusing pedagang kemasan plastik dalam menentukan harga.

Karyawan Toko Plastik dan Bahan Kue Berkah, Sleman, Astri mengatakan kenaikan harga plastik memang sudah terjadi sejak Ramadan lalu. Namun kenaikannya masih tipis.

Harga naik sejak puasa

Kenaikan signifikan baru dirasakan akhir Maret 2026 kemarin.

"Semua naik (produk plastik), ada kresek, thin wall gitu. Puasa kemarin naik tapi ya sedikit, setelah Lebaran terasa banget naiknya. Misalnya kresek itu awalnya harganya Rp 6.000 terus jadi Rp 8.500. Terus cup es teh jumbo itu dari harga Rp 14.000 jadi Rp 18.000, kalau yang tebal dari Rp 19.000  jadi Rp 22.000," katanya, Senin (6/4/2026).

Ia menyebut kenaikan harga kemasan plastik beragam, mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 6.000 per pak. Kenaikan harga ini tergantung jenis, ukuran, isi, serta kualitas barang. Namun yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah produk thin wall. 

Bingung tentukan harga

Kenaikan harga kemasan plastik ini membuatnya bingung dalam menentukan harga, apalagi banyak pembeli yang mengeluh soal kenaikan harga ini.

"Ya banyak konsumen yang mengeluh, soalnya kalau menaikkan harga takut nggak ada yang beli. Kalau mengurangi (stok kemasan plastik karena ada kenaikan harga) sih enggak, cuma kan kita jadi bingung jualnya berapa," ujarnya.

Menurut dia, kenaikan harga membuat konsumen cenderung memilih produk dengan harga yang lebih murah. Penjualannya pun masih stabil.

Soal kecenderungan konsumen beralih ke kemasan kertas, ia mengatakan kemasan kertas juga sedikit mengalami kenaikan.

"Kertas juga kan sekarang ada laminasi yang bahannya plastik juga, jadi ya tetep naik harganya, meskipun tidak setinggi plastik. Misalnya paper bowl, itu harganya Rp 20.000, naiknya Rp 2.000. Kalau plastik kenaikannya dari Rp3.000 sampai Rp 6.000. Konsumen memilih yang lebih murah aja sih jadinya," imbuhnya. (maw)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved