Warga Sleman Keluhkan Kenaikan LPG Nonsubsidi: Pemerintah Maunya Apa Sih?
Setelah menaikkan harga BBM nonsubsidi, Pertamina menaikkan harga LPG nonsubsidi. Kenaikan LPG nonsubsidi dikeluhkan warga Sleman.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Menyusul harga BBM nonsubsidi, Pertamina menaikkan harga LPG nonsubsidi. Kenaikan LPG nonsubsidi ini dikeluhkan oleh warga Sleman.
- Warga pengguna LPG 5,5 Kg, Aji pun langsung menyayangkan kenaikan harga gas tersebut.
- Menurut orang Sleman itu, sebelumnya ia menggunakan LPG 3 Kg, kemudian beralih ke LPG nonsubsidi karena kesulitan mencari LPG 3 Kg.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah menaikkan harga BBM nonsubsidi, Pertamina menaikkan harga LPG nonsubsidi. Kenaikan LPG nonsubsidi ini dikeluhkan oleh warga Sleman.
Seorang pengguna menyayangkan kenaikan LPG 5,5 Kg. Warga Sleman DI Yogyakarta, Aji, mengatakan sebelumnya ia menggunakan LPG 3 Kg. Ia kemudian beralih ke LPG nonsubsidi karena kesulitan mencari LPG 3 Kg.
“Dulu pakai gas melon, karena sempat langka dan susah mencari, terus tukar tambah dengan gas 5,5 Kg,” katanya, Senin (20/4/2026).
Ia mengaku belum melakukan pembelian 5,5 Kg lagi. Terakhir ia membeli dengan harga Rp 100.000 pada awal April lalu.
“Saya belum beli lagi, tapi sudah tahu beritanya kalau naik. Ya menyayangkan. Kemarin BBM nonsubsidi naik, sekarang LPG nonsubsidi naik. Pemerintah maunya apa sih?” ujarnya.
Kendati demikian, ia belum akan beralih ke gas melon. Sebab ia masih trauma karena kesulitan mencari gas melon di wilayahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Fika. Selama ini, ia menggunakan LPG 3 Kg dan 5,5 Kg secara bergantian.
“Kalau misal di warung ada yang jual gas melon, ya beli yang melon. Kalau tidak ada ya beli yang 5,5 Kg. Karena memang untuk mencari gas melon itu kan susah-susah gampang,” terangnya.
Kenaikan LPG 5,5 Kg itu pun dirasa memberatkan. Jika sebelumnya ia membeli dengan harga Rp 100.000, kini warga Sleman itu harus membayar Rp 115.000.
Ia pun berencana beralih ke LPG 3 Kg untuk menekan pengeluaran.
“Kalau pakai yang 5,5 Kg itu kan nggak terlalu sering beli, bisa untuk sebulan atau lebih. Tapi kalau yang 3 Kg itu nggak nyampe sebulan udah beli lagi. Tapi kalau harganya naik ya mending pakai yang 3 Kg aja, lebih murah,” imbuhnya.
Susul harga BBM nonsubsidi
Sebelumnya, Pemerintah menaikkan harga liquified petroleum gas (LPG) nonsubsidi menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Sebagai informasi, kenaikan harga elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg ini juga berlaku per 18 April 2026.
| Pemkot Yogyakarta Bakal 'Lenyapkan' Kabel Udara, Siapkan Skema Ducting di 4 Zona Utama |
|
|---|
| Kronologi Penemuan Mayat Lansia Perempuan di Pakem, Ini Penjelasan Polisi |
|
|---|
| Laga PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta Dipindah ke Bali, Ini Sikap Kelompok Suporter The Maident |
|
|---|
| The Maident Suporter PSIM Yogyakarta Hormati Pemindahan Laga, Minta Maaf ke Jakmania |
|
|---|
| DIY Masuki Fase 30 Tahun Terakhir Siklus Megathrust, BPBD DIY Matangkan Mitigasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/UPDATE-DAFTAR-Harga-Elpiji-Non-Subsidi-dan-Tarif-Listrik-Tetap-Berlaku-Mulai-1-Juni-2025.jpg)