Warga Jogja Resah Harga Telur Makin Tinggi, MBG Jadi Sorotan
Warga Daerah Istimewa Yogyakarta atau Jogja khawatir dan resah harga teluar akan terus naik.
Ia menyebut sebagian besar pembeli di tempatnya memang borongan dari kalangan penyedia katering dan lembaga yang menangani MBG, sehingga stok cepat berkurang.
“Biasanya saya kulakan tiga peti cukup untuk dua hari, sekarang sehari saja sudah habis. Banyak yang beli sehingga produsen merasa barang cepat keluar dan langsung menaikkan harga,” katanya.
Dia menambahkan, tingginya permintaan telur ayam membuat alur distribusi telur lebih padat dari biasanya. Pesanan dalam jumlah besar membuat pembeli eceran kesulitan mendapatkan harga lama.
“Ada pelanggan yang kaget karena biasanya beli dua kilo sekarang cuma mampu satu kilo. Tapi, karena kebutuhan rumah tangga, mau tidak mau tetap beli,” kata Siti.
Ia berharap pemerintah dapat mengatur pola distribusi agar kebutuhan program besar tidak langsung membebani harga di tingkat pasar rakyat.
"Kalau bisa harga bisa kembali stabil karena kalau harganya terus naik seperti ini. Kami juga bingung karena modalnya pun jadi besar," urainya.
Tren nasional
Pemerintah daerah juga menyebut bahwa MBG menjadi pemicu melambungnya harga telur ayam, meski bukan satu-satunya faktor.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, mengatakan DIY mengalami kenaikan harga telur yang cukup signifikan.
Pada September 2025, rata-rata harga telur ayam ras di DIY yaitu Rp28.667 per kilogram, sedangkan pada minggu kedua Oktober 2025 menjadi Rp31.333 per kilogram.
Tidak hanya DIY, secara nasional harga telur ayam ras di tingkat nasional menunjukkan tren kenaikan bertahap sejak pertengahan September 2025.
Pada 10 September 2025, harga berada di kisaran Rp31.500 per kilogram, kemudian terus meningkat hingga mencapai sekitar Rp32.400 per kilogram pada 10 Oktober 2025.
"Harga telur ayam di DIY bergerak searah dengan tren nasional, tetapi masih di bawah harga rata-rata nasional," katanya.
Ia menerangkan kenaikan harga telur ayam ras terjadi karena tingginya permintaan, termasuk akibat program MBG. Selain itu, dipicu oleh meningkatnya harga pakan. "Kalau dari sisi stok aman," imbuhnya.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ris Heriyani mengatakan kenaikan harga ini terjadi akibat meningkatnya permintaan dari berbagai sektor, salah satunya dari kebutuhan program pemerintah, yakni MBG yang mulai berjalan di sejumlah sekolah.
“Permintaan telur naik memang cukup tinggi, itu sejak awal Oktober. Salah satu faktornya yang mempengaruhi karena ada tambahan kebutuhan dari program pemerintah yaitu MBG. Hal ini berdampak langsung terhadap harga," tuturnya saat dikonfirmasi pada Senin.
Harga komoditas lain
harga telur
telur
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Meaningful
Yogyakarta
Jogja
Multiangle
Eksklusif
SaksiKata
MBG
| Lurah Seloharjo Bantul Digugat Usai Pecat Dukuh yang Mencuri Gamelan |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Jogja selama Long Weekend Paskah Tak Sesuai Harapan |
|
|---|
| Harga Kantong Plastik Melejit, Pemkot Yogya Waspadai Dampaknya ke Banderol Bapok |
|
|---|
| Sekda DIY Pastikan WFH ASN Bukan Hari Libur: Wajib Ada Laporan dan Output Harian |
|
|---|
| Harga Plastik Melonjak, Pedagang Kemasan Plastik Bingung Tentukan Harga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Subur-pedagang-telur-di-Beringharjo.jpg)