Harga Telur Ayam di Gunungkidul Melonjak, Dipicu Permintaan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Berdasarkan pemantauan di pasar, harga telur kini menyentuh Rp30.000 per kilogram, naik dari harga normal Rp27.000 per kilogram.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
“Biasanya pasokan cukup.Biasanya saya kulakan 3 peti cukup untuk dua hari, sekarang sehari saja sudah habis. Banyak yang beli sehingga produsen merasa barang cepat keluar dan langsung naikkan harga,” katanya.
Dia menambahkan tingginya permintaan telur ayam membuat alur distribusi telur lebih padat dari biasanya.
Pesanan dalam jumlah besar membuat pembeli eceran kesulitan mendapatkan harga lama.
“Ada pelanggan yang kaget karena biasanya beli dua kilo sekarang cuma mampu satu kilo. Tapi karena kebutuhan rumah tangga, mau tidak mau tetap beli,” kata Siti.
Pihaknya pun berharap pemerintah dapat mengatur pola distribusi agar kebutuhan program besar tidak langsung membebani harga di tingkat pasar rakyat.
"Kalau bisa harga bisa kembali stabil karena kalau harganya terus naik seperti ini , kami juga bingung karena modalnya pun jadi besar," urainya. (*)
| Dari 113 Satuan Pelayanan Gizi yang Beroperasi di Bantul, Hanya 11 Memiliki Izin NIB yang Lengkap |
|
|---|
| MBG di Klaten Dievaluasi, Bupati Hamenang Soroti Pengawasan SPPG |
|
|---|
| Program MBG Dinilai Masih Banyak Kelemahannya, DPR RI Suarakan Audit Nasional |
|
|---|
| Harga Hewan Kurban di Gunungkidul Mulai Bergerak Naik, Pasokan Dipastikan Surplus |
|
|---|
| Rektor UII Tak Setuju Kampus jadi Pengelola Dapur MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/komoditas-telur-ayam.jpg)