Kulon Progo Libatkan Akademisi untuk Maksimalkan Potensi, Teken Kerja Sama 33 Perguruan Tinggi
Agung mengatakan ingin melibatkan perguruan tinggi dalam memaksimalkan potensi di Kulon Progo.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 33 perguruan tinggi di DIY. Penandatanganan berlangsung pada Senin (29/09/2025) di Aula Adikarta, Kantor Sekretariat Daerah Kulon Progo.
Agung mengatakan kerjasama tersebut sebagai wujud keterbukaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo terhadap dunia akademik. Terutama perguruan tinggi yang ingin melakukan penelitian, mendirikan kampus, hingga mendampingi masyarakat.
"Hari ini kita bukan hanya menandatangani PKS, tapi juga membuka pintu masa depan Kulon Progo," katanya memberikan keterangan pada wartawan.
Agung mengatakan ingin melibatkan perguruan tinggi dalam memaksimalkan potensi di Kulon Progo. Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, terutama kesejahteraan.
Kerjasama tersebut membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan penelitian yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Seperti teknologi tepat guna untuk pertanian dan perkebunan serta kajian pariwisata berkelanjutan.
"Termasuk digitalisasi bagi petani, nelayan dan pelaku UMKM, serta pengembangan transportasi dan logistik," jelas Agung.
Pemkab Kulon Progo dan 33 Perguruan Tinggi juga sepakati program afirmasi, yaitu kesempatan kuliah gratis bagi pelajar dari keluarga kurang mampu. Kesempatan tersebut diberikan dalam bentuk beasiswa pendidikan.
Agung pun mengajak perguruan tinggi berperan aktif lewat penelitian dan pengabdian masyarakat. Termasuk untuk bisa membuka kelas jauh atau cabang kampus Kulon Progo.
"Akan berdampak besar bukan hanya bagi pendidikan, tapi juga bagi investasi dan pembangunan," ujarnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setya Budi Indartono menyebut kerjasama itu sebagai kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut jadi kunci percepatan pembangunan.
Ia pun mengatakan kerjasama tersebut sejalan dengan kebijakan nasional. Sebab Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung industrialisasi menuju Indonesia Emas 2045.
"Kualitas perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kelulusan mahasiswa, tapi juga dampak nyata bagi masyarakat dan industri," jelas Setya.(alx)
| BBGRM 2026 Kulon Progo Berakhir, Dana Swadaya Masyarakat Terhimpun hingga Rp16,6 Miliar |
|
|---|
| Serapan Pupuk Bersubsidi di Kulon Progo Masih Rendah, Pola Tanam Hingga Kondisi Ekonomi Jadi Alasan |
|
|---|
| Soal Pengadaan TKD Palihan dan Glagah, Pemkab Kulon Progo Usulkan Harmonisasi Pergub 24/2024 |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pemilik Rumah Makan di Kulon Progo Terpaksa Sesuaikan Harga Makanan |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi di Kulon Progo Melonjak Hingga Rp240 Ribu Per Tabung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kulon-Progo-Libatkan-Akademisi-untuk-Maksimalkan-Potensi-Teken-Kerja-Sama-33-Perguruan-Tinggi.jpg)