Mulai Senin Besok, ASN Pemkab Kulon Progo Diminta Tak Kenakan Pakaian Dinas Harian Selama 5 Hari

Triyono hanya mengatakan kebijakan tersebut diambil guna menyikapi perkembangan situasi dan kondisi di berbagai wilayah

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Beredar pesan melalui aplikasi percakapan WhatsApp terkait imbauan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo.

Imbauannya terkait warna seragam yang dikenakan.

Berikut isi pesan yang beredar untuk ASN di Pemkab Kulon Progo, seperti yang diterima Tribun Jogja pada Minggu (31/08/2025).

"mensikapi perkembangan situasi dan kondisi.. maka untuk seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Pemkab KP, mulai tgl 1sampai 5 September 2025 agar *tidak usah memakai seragam ASN (KEKHI)*... Untuk hari *Senin, Selasa dan Rabu pakaian Baju Putih, Celana gelap.. *Hari Kamis dan Jumat pakaian BATIK*..
Demikian untuk menjadikan perhatian.. Terimakasih"

Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono, membenarkan adanya edaran tersebut melalui aplikasi WhatsApp saat dihubungi pada Minggu siang.

"Iya, betul (ada pesan tersebut," katanya melalui pesan singkat.

Saat ditanya alasannya, Triyono hanya mengatakan kebijakan tersebut diambil guna menyikapi perkembangan situasi dan kondisi di berbagai wilayah. Khususnya yang terjadi belakangan ini.

Baca juga: Respon Merebaknya Aksi Demo, Jaga Warga dan Satlinmas di Kulon Progo Diminta Lebih Waspada

Seragam warna Khaki (kheki dalam teks pesan) tersebut biasanya digunakan sebagai Pakaian Dinas Harian (PDH).

Namun sesuai pesan yang beredar, ASN di Kulon Progo diminta memakai setelan kemeja putih dan celana gelap.

Setelan tersebut dipakai untuk Senin sampai Rabu, sedangkan Kamis dan Jumat memakai pakaian batik.

Kebijakan ini berlaku mulai Senin (01/09/2025) hingga Jumat (05/08/2025) alias hampir sepekan.

"Ini hanya untuk antisipasi dan berjaga-jaga saja," ujar Triyono.

Sebagai informasi, kantor-kantor pemerintah di sejumlah daerah turut menjadi sasaran aksi anarkis massa.

Aksi perusakan tersebut bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.

Triyono turut mendorong agar seluruh Lurah di Kulon Progo meningkatkan pemantauan situasi di wilayahnya masing-masing.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved