Pemicu Daftar Sekolah di SD Negeri Sleman dan Kulon Progo Ini Melempem
Penerimaan siswa baru di sekolah dasar wilayah Sleman dan Kulon Progo Minim peminat. kualitas layanan pendidikan yang belum merata
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tetapi turut mempertimbangkan beberapa aspek lain. Termasuk melibatkan kebijakan dari Pemerintah Kabupaten, tidak bisa hanya diputuskan Dinas Pendidikan.
"Intinya terkait regrouping juga sudah ada kajian. Sebetulnya itu hal biasa. Bukan hal yang luar biasa.
Tapi sekarang belum ada (kebijakan regrouping), kalau kajian sudah. Eksekusinya seperti apa, itu menjadi kebijakan pemerintah daerah bukan lagi dinas pendidikan," ujarnya.
Adi membeberkan sejumlah faktor mengapa 76 SD negeri di Kabupaten Sleman minim murid baru.
Pertama, karena usia anak masuk SD di sekitar lokasi sekolah minim, atau relatif tidak banyak.
Kedua, untuk sekolah jenjang PAUD-TK hingga SD banyak orang tua yang kecenderungan menyekolahkan anaknya ke swasta. Hal ini karena orangtua lebih memilih sekolah yang memiliki basis agama.
"Bisa juga orangtua merasa pengen kualitasnya yang lebih baik. Bayar gak papa, gak masalah yang penting kualitasnya bagus," kata dia.
Oleh sebab itu, peningkatan kualitas pendidikan, terutama terhadap SD Negeri menjadi sesuatu yang penting.
Ini menjadi tugas bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah maupun Dinas Pendidikan. Menurut Adi, upaya meningkatkan kualitas pendidikan SD negeri di Kabupaten Sleman selalu dilakukan.
Satu di antara caranya dengan meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Ini sudah dilakukan setiap tahun berkolaborasi dengan PGRI. Juga dengan meningkatkan sarana dan prasarana pendukungnya.
Peningkatan sarpras ini menjadi urgen, agar sekolah negeri mampu bersaing dengan sekolah lain. Sebab kata dia sekolah swasta yang berbasis Yayasan kuat mampu menyediakan infrastruktur yang kuat.
Hal ini tentu menjadi nilai tambah yang menarik minat orangtua menyekolahkan anaknya ke swasta. Sedangkan sekolah negeri hanya mengandalkan bantuan dari APBN maupun APBD.
"Sekolah negeri tidak bisa memungut iuran dari siswa," kata dia.
Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD tahun 2025 ini, SD Negeri Taraman Sinduharjo hanya mendapatkan 3 murid baru. Penyebabnya belum diketahui pasti.
Tetapi jumlah satuan pendidikan yang cukup banyak di seputar lokasi tersebut menjadi satu di antara faktornya. Misalnya di sebelah timur terdapat SD Negeri Sukomulyo dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Huda.
Di sebelah barat bersaing dengan SD Negeri Gentan dan MIN 2. Sedangkan di utara, terdapat SD Sukoharjo bahkan juga berdekatan dengan SD Muhamadiyah 1 Ngaglik.
Kepala Sekolah SD Taraman, Patna Sutiwi menyampaikan, orangtua menyekolahkan anak terkadang bukan hanya faktor sekolah semata melainkan juga kecenderungan berbasis agama. Ia menyebut ada anak dari Taraman yang justru sekolahnya di SD Muhamadiyah 1 Ngaglik yang lokasinya berada di Kelurahan Sukoharjo. Padahal jaraknya lumayan jauh.
"Jadi mungkin itu salah satu faktornya. Di samping anak usia 6-7 tahun di zona SD Taraman tidak terlalu banyak ya," kata dia.
Patna mengatakan, meskipun hanya mendapat 3 siswa baru di tahun ini, namun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dipastikan tetap berjalan. Rencananya, besok guru dan tenaga kependidikan akan mulai menyiapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru.
Ia pastikan kegiatan belajar mengajar tetap akan berjalan meskipun jumlah siswa barunya relatif sedikit.
"Mudah-mudahan tidak ada kendala," ujar dia.
Kepala Seksi Kelembagaan SD Disdik Sleman, Sartini membenarkan bahwa jumlah anak usia masuk SD relatif sedikit, dan banyaknya jumlah satuan pendidikan yang saling berdekatan di seputar SD Taraman membuat jumlah pendaftar sedikit.
"Apalagi banyak juga orang tua lebih memilih sekolah swasta berbasis agama. Dengan alasan penguatan di agamanya," kata Tini. (han/alx/rif)
| Misteri Rumah Api Seyegan Sleman, PLN Pastikan Instalasi Listrik Aman dari Konsleting |
|
|---|
| Misteri Api Tak Kunjung Padam: Lewat Tengah Malam Titik Api Membakar Lagi |
|
|---|
| Tidak Ada Kebocoran Instalasi, Tanpa Pemicu Panas, Kemunculan Api di Rumah Seyegan Masih Misteri |
|
|---|
| Gagal Manuver Mundur, Calya Terperosok ke Parit Selokan Mataram |
|
|---|
| SMPN 1 Wates Kulon Progo Akan Direlokasi ke Terbah Mulai Tahun Ajaran Baru 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hari-pertama-sekolah-di-SDN-Wijilor-Kulon-Progo.jpg)