Pemicu Daftar Sekolah di SD Negeri Sleman dan Kulon Progo Ini Melempem
Penerimaan siswa baru di sekolah dasar wilayah Sleman dan Kulon Progo Minim peminat. kualitas layanan pendidikan yang belum merata
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Selama MPLS, para pelajar dikenalkan terhadap seluruh fasilitas hingga guru-gurunya di sekolah.
Para pelajar juga diajak untuk saling berkenalan satu sama lainnya.
"Kami menekankan MPLS Ramah Jenjang SD Sederajat, di mana penguatan karakter jadi prioritas," jelas Theresia.
Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hardiyanto mengatakan sampai tahun ajaran baru dimulai, masih ada beberapa SD yang minim murid baru.
Meski begitu ia memastikan pembelajaran tidak akan terganggu.
Ia menilai jumlah murid bukan menjadi faktor penentu optimal atau tidaknya aktivitas pembelajaran.
Artinya, meski hanya ada satu pelajar baru, pembelajaran tetap bisa dilakukan.
"Pelayanan pendidikan tetap akan berjalan seperti biasanya," kata Nur.
Kondisi di Sleman
Sejumlah SD Negeri di Kabupaten Sleman mengalami penurunan jumlah murid yang cukup signifikan. Pada tahun ajaran 2025/2026 ini, banyak sekolah yang hanya menerima kurang dari 10 anak sebagai murid baru.
Jumlah anak usia masuk SD sedikit, sementara jumlah satuan pendidikan semakin banyak, ditambah pilihan orang tua yang cenderung menyekolahkan anak ke sekolah swasta yang dianggap lebih unggul menjadi faktor minimnya pendaftar ke SD Negeri.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Sri Adi Marsanto mengatakan di Kabupaten Sleman ada 374 SD Negeri.
Dari jumlah tersebut, 76 sekolah menerima murid baru kurang dari 10 anak, termasuk SD Negeri Taraman, di Kelurahan Sinduharjo Ngaglik yang tahun ini hanya menerima 3 murid baru. Meski demikian, ia memastikan kegiatan pembelajaran tetap jalan.
"Walupun cuma menerima 3 murid, kegiatan belajar mengajar tetap jalan," kata Adi, kamis (10/7/2025).
Terkait regrouping atau pengelompokan sekolah yang minim murid ke sekolah lain, menurut Adi, kebijakan tersebut masuk dalam kajian.
Namun dasar kebijakan regrouping tidak semata mata hanya karena sekolah kekurangan siswa.
| Misteri Rumah Api Seyegan Sleman, PLN Pastikan Instalasi Listrik Aman dari Konsleting |
|
|---|
| Misteri Api Tak Kunjung Padam: Lewat Tengah Malam Titik Api Membakar Lagi |
|
|---|
| Tidak Ada Kebocoran Instalasi, Tanpa Pemicu Panas, Kemunculan Api di Rumah Seyegan Masih Misteri |
|
|---|
| Gagal Manuver Mundur, Calya Terperosok ke Parit Selokan Mataram |
|
|---|
| SMPN 1 Wates Kulon Progo Akan Direlokasi ke Terbah Mulai Tahun Ajaran Baru 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Hari-pertama-sekolah-di-SDN-Wijilor-Kulon-Progo.jpg)