Pemicu Daftar Sekolah di SD Negeri Sleman dan Kulon Progo Ini Melempem

Penerimaan siswa baru di sekolah dasar wilayah Sleman dan Kulon Progo Minim peminat. kualitas layanan pendidikan yang belum merata

|
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
SEKOLAH - Aktivitas pelajar SDN Wijimulyo Lor di Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, di hari pertama sekolah pada Senin (14/07/2025). 

 

Jogja Tribunjogja.com - Fenomena menurunnya minat orang tua untuk menyekolahkan anak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) dinilai mencerminkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan sekolah negeri.

“Fenomena ini menunjukkan ritme yang memprihatinkan. Kondisi ini mencerminkan adanya pola krisis kepercayaan yang berimplikasi menurunnya minat masyarakat pada SD Negeri,” ujar Dosen Administrasi Publik Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Gerry Katon Mahendra, Jumat (18/7/2025).

Menurut Gerry, terdapat tiga faktor utama penurunan minat tersebut.

Pertama, kualitas layanan pendidikan yang belum merata, bahkan dalam lingkup satu kota atau kabupaten. 

Kedua, lemahnya inovasi manajemen sekolah dalam menjawab kebutuhan siswa dan orang tua, serta tuntutan perkembangan zaman. 

Ketiga, rendahnya kepercayaan publik akibat kurangnya promosi tentang keunggulan SD Negeri.

“Orang tua murid saat ini juga sudah sangat aware dan ingin anaknya mendapatkan pendidikan yang berkualitas, aman, dan nyaman serta fasilitas yang baik. SD Negeri perlu berbenah secara menyeluruh, terutama fasilitas dan konsistensi kualitas pengajaran,” kata Gerry.

Ia menambahkan, ketimpangan promosi antara sekolah negeri dan swasta juga menjadi penyebab. 

Menurutnya, sekolah swasta memiliki inisiatif dan modal lebih untuk melengkapi fasilitas dan meningkatkan SDM guru, ditambah promosi yang gencar. 

Meski biaya mahal, orang tua merasa hal tersebut sepadan. 

Sementara itu, sekolah negeri terikat regulasi dan birokrasi yang membatasi inovasi.

Gerry menilai kebijakan zonasi belum cukup efektif mengatasi masalah ini. 

“Orang tua murid lebih memilih yang berkualitas sekalipun membayar lebih mahal. Kata kuncinya adalah, harus ditambahkan juga kebijakan dan tentu alokasi anggaran yang memadai berkaitan peningkatan kualitas secara komprehensif,” ujarnya.

Ia menekankan, pemerintah daerah memiliki peran kunci untuk memastikan layanan pendidikan dasar tetap merata dan berkualitas, termasuk dengan pemerataan guru, peningkatan fasilitas sekolah negeri, serta kebijakan afirmasi dan promosi bagi sekolah yang kekurangan murid.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved