Audit Eksternal Dana Lazismu, Ketua PWM DIY : Kami Sangat Terbuka 

Lazismu) wilayah DIY menggelar rapat audit laporan keuangan pengelolaan dana Lazizmu wilayah DIY,

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
AUDIT KEUANGAN : Ketua PWM DIY bersam pimpinan Lazismu DIY menggelar audit laporan keuangan Lazismu DIY, Senin (14/7/2025) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga amil zakat infak dan sedekah Muhammadiyah (Lazismu) wilayah DIY menggelar rapat audit laporan keuangan pengelolaan dana Lazizmu wilayah DIY, pada Senin (14/7/2025).


Rapat audit ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga amil zakat yang dikelola Muhammadiyah.


Ketua Lazismu DIY Jefree Fahana, mengatakan meski DIY hanya memiliki lima kabupaten/kota, namun jumlah kantor layanan Lazismu di DIY paling banyak dibandingkan daerah lain.


"Jumlah kantor layanan Lazizmu DIY mungkin terbanyak di antara daerah lain. Total ada 162 kantor layanan," katanya, saat jumpa pers di Kantor PWM DIY.


Selama lima tahun terakhir jumlah kantor layanan Lazismu di DIY selalu bertambah. Sejak 2021 hanya 66 kantor layanan, kini jumlah kantor layanan Lazismu DIY mencapai 162 kantor layanan.


"Jadi mengalami kenaikan terus menesur, dan audit ini sebagai bagian transparansi dan akuntablitias kepada masyarakat," ungkapnya.


Dia menjelaskan pada tahun ini dana Lazismu DIY yang teraudit di angka Rp48.6 miliar.


Pada tahun sebelumnya yakni 2023 dana zakat infak dan sedekah mencapai Rp44 miliar, lalu 2022 ada Rp33 miliar dan 2021 hanya Rp32 miliar.


Ketua PWM DIY, Muhammad Ikhwan Ahada, menambahkan pihaknya mengapresiasi upaya Lazismu DIY untuk menjaga gen persarikatan atau watak dasar persarikatan, berupa transparansi dan akuntabilitas keuangan.


"Kenapa menjadi gen? Kalau membuka kembali sejarah persarikatan Muhammadiyah maka Kyai Dahlan mengajarkan kita terbuka dalam berbagai hal," ungkapnya.

Baca juga: Perputaran Uang Wisata Libur Sekolah di Sleman Ditaksir  Rp 1,3 Triliun


Menurutnya inklusi bukan dataran ide dan pikiran, tetapi pada kegiatan yang sifatnya bisa dijamah termasuk pada bidang keuangan dan aspek ekonomi.


"Saya kira buktinya telah kita pahami. Tiga tahun berturut-turut audit eksternal pengelolaan dana masyarakat Lazismu mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP)," terang dia. 


Ikhwan Ahada turut menyampaikan rasa syukur atas pencapaian opini WTP tersebut.


Hal ini menurutnya tidak terlepas dari upaya bersama PWM dan Lazismu DIY untuk menjaga amanah dari masyarakat.


"Kalau ada opini di atas WTP pasti teman-teman kantor layanan akan berusaha. Karena memang di PWM begitu hadist dan ketentuannya dibacakan, mereka (petugas) Lazismu insyallah hatinya tersentuh," ujarnya.


"Mereka justru meminta supaya kantor layanannya diaudit. Jadi kalau ada persoalan atau catatan supaya segera terselesaikan," sambung Ikhwan Ahada. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved