Kasus Covid-19 Naik di Luar Negeri, Perlukah Indonesia Khawatir? Ini Respons Pakar UGM

Menurut Pakar Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad, masyarakat Indonesia tak perlu panik, tapi tetap waspada.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
tangkapan layar Webinar 'Refleksi Pencegahan dan Pengendalian Covid: Apa yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi pandemi di 2021?' yang diselenggarakan Program Magister IKM FKKMK UGM, Selasa (22/12/2020).
WASPADA: Foto dok ilustrasi. dr Riris Andono Ahmad. Pakar Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menyatakan masyarakat Indonesia tak perlu panik dengan penyebaran Covid-19 di luar negeri saat ini, tapi tetap waspada. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meningkatnya kasus Covid-19 di Hong Kong dan Singapura belakangan ini kembali memicu kekhawatiran publik. 

Namun, menurut Pakar Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad, masyarakat Indonesia tak perlu panik, tapi tetap waspada.

“Secara umum kita bisa santai tapi waspada,” kata Doni saat dihubungi, menanggapi lonjakan kasus di dua negara tersebut, Senin (2/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa dari sisi pemerintah, sistem kewaspadaan sudah mulai ditingkatkan. “Sudah ada edaran, surveillance disiagakan. Itu ujung tombak untuk tahu apakah menular ke Indonesia atau tidak,” jelasnya.

Ia menjelskan kenaikan kasus di negara lain belum tentu berdampak langsung ke Indonesia. “Tergantung kekebalan populasi. Bisa jadi (kasus Covid-19) di luar naik, tapi di sini tidak,” tambahnya.

Bagi masyarakat, Doni menyarankan untuk tidak menganggap flu biasa sebagai hal sepele. “Kalau sedang flu, mungkin bisa cek Covid-19. Itu bantu pemerintah lacak penyebaran. Kalau positif, ya isolasi. Kalau nggak mau cek, pakai masker saja ke mana-mana,” ujarnya.

Prinsipnya, lanjut Doni, jaga kesehatan dan jangan menularkan flu ke orang lain. Ini penting untuk memutus rantai penularan tanpa harus menunggu intervensi besar-besaran dari negara.

Dilanjutnya, saat ini, banyak rumah sakit sudah kembali ke fungsi normal pasca-pandemi. 

Maka, Doni mengingatkan, jika terjadi lonjakan kasus lagi, sistem kesehatan harus siap siaga. 

“Kalau mendadak (kasus Covid-19) naik, harus bisa tingkatkan kapasitas rawat inap, bed, dan sebagainya,” katanya.

Ditanya mengenai kewajiban menggunakan masker, ia mengatakan, pada masa awal pandemi, masker hanya dipakai oleh yang sakit. Namun, kalau penyebaran sudah luas dan tidak tahu siapa yang menularkan, maka semua harus pakai masker lagi.

Doni turut menambahkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia kini sudah memiliki kekebalan terhadap Covid-19, baik dari vaksinasi maupun infeksi sebelumnya. 

Namun, seberapa baik kekebalan itu bekerja belum bisa diketahui secara pasti karena pengukurannya mahal dan kompleks.

“Kalau vaksinasi masih memberikan perlindungan, sistem bisa deteksi 1-2 kasus saja, maka itu tidak ada lonjakan signifikan,” ujarnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved