Kasus Covid-19 Naik di Luar Negeri, Perlukah Indonesia Khawatir? Ini Respons Pakar UGM

Menurut Pakar Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad, masyarakat Indonesia tak perlu panik, tapi tetap waspada.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
tangkapan layar Webinar 'Refleksi Pencegahan dan Pengendalian Covid: Apa yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi pandemi di 2021?' yang diselenggarakan Program Magister IKM FKKMK UGM, Selasa (22/12/2020).
WASPADA: Foto dok ilustrasi. dr Riris Andono Ahmad. Pakar Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menyatakan masyarakat Indonesia tak perlu panik dengan penyebaran Covid-19 di luar negeri saat ini, tapi tetap waspada. 

Karena itu, selama belum ada lonjakan besar, intervensi pemerintah berskala pandemi belum dibutuhkan.

“Kalau ada yang merasa perlu perlindungan lebih, ya bisa cari vaksin sendiri. Fokusnya lebih ke individu,” tuturnya.

Dia mengungkap, Covid-19 kini memang lebih mirip flu biasa dengan angka kematiannya rendah lantaran sudah ada vaksinasi maupun antibodi dari tiap-tiap individu.

Namun, tetap saja, kewaspadaan tak boleh lengah. Kunci utamanya ada di kekebalan populasi dan kesiapan merespons jika muncul gejala-gejala baru atau varian yang lebih kuat.

“Surveillance harus ditingkatkan. Dari situ baru diputuskan, perlu vaksinasi lagi atau tidak,” pungkasnya. (Ard)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved