Mengapa Pemerintah Gelontor Insentif untuk Masyarakat Mulai Juni Mendatang, Ini Analisa Pengamat
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah baru untuk meningkatkan daya beli masyarakat guna menggerakan perekonomian nasional.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah baru untuk meningkatkan daya beli masyarakat guna menggerakan perekonomian nasional.
Salah satu statregi yang diterapkan oleh pemerintah adalah dengan menggelontorkan insentif kepada masyarakat.
Mulai Juni mendatang, pemerintah akan memberikan diskon listrik hingga bantuan tunai, diskon tiket kereta api, diskon tiket pesawat, kapal hingga diskon tarif tol.
Untuk tarif listrik, pemerintah akan memberikan diskon sebesar 50 persen selama dua bulan terhitung mulai Juni dan Juli.
Diskon listrik ini ditargetkan menyasar 79,3 pelanggan rumah tangga dengan daya listri di bawah 1.300 VA.
Lalu untuk potongan tarif tol, pemerintah menargetkan 110 juta pengendara, terhitung selama dua bulan mulai Juni hingga Juli mendatang.
Lalu juga ada tambahan alokasi bantuan sosial berupa kartu sembako dan bantuan pangan dengan target 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bulan Juni-Juli 2025.
Kelima, Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta atau UMP, serta guru honorer.
Keenam, perpanjangan program diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi pekerja di sektor padat karya.
Keenam stimulus yang saat ini sedang difinalisasi dan rencananya akan diluncurkan pada 5 Juni 2025.
Dikutip dari Tribunnews.com, pertumbuhan ekonomi RI saat ini memang tengah melambat.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2025 hanya 4,87 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) pada triwulan I 2025, atas dasar harga berlaku sebesar Rp 5.665,9 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp 3.264,5 triliun.
"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 2025 adalah sebesar 4,87 persen, bila dibandingkan dengan triwulan 1 2024 atau secara year on year," kata Amalia dalam Konferensi Pers, Senin (5/5/2025).
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I tercatat lebih rendah dibanding triwulan IV-2024 yang tumbuh 5,02 persen secara tahunan atau (year on year/YoY).
Masih Ada Pekerja di Jogja yang Belum Terima BSU, Ini Kata BPJS Ketenagakerjaan |
![]() |
---|
MPBI DIY Sebut Distribusi, Cakupan Hingga Besaran BSU Perlu Dievaluasi |
![]() |
---|
Penjelasan Kemenaker Tentang Pencairan BSU yang Belum Merata |
![]() |
---|
Pekerja di Yogyakarta Telah Mulai Menerima BSU Hari Ini |
![]() |
---|
Penyaluran BSU di DI Yogyakarta Ditargetkan Rampung Juni 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.