Baznas Kulon Progo Terima 100 Proposal Pengajuan Program Bedah Rumah Setiap Tahunnya
Anggaran perbaikan RTLH setiap tahunnya disiapkan sekitar Rp1,2 miliar, di mana setiap penerima mendapat bantuan stimulan senilai Rp20 juta.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulon Progo setiap tahunnya menyalurkan berbagai jenis bantuan ke masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) serta rehabilitasinya.
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Baznas Kulon Progo, Sugiyanta, menyampaikan usulan bedah RTLH terbilang tinggi setiap tahunnya.
"Setiap tahun setidaknya ada 80 hingga 100 proposal usulan perbaikan RTLH yang diajukan ke kami," ungkapnya ditemui di Kelurahan Wates, Kapanewon Wates, Senin (19/05/2025).
Meski begitu, Baznas Kulon Progo hanya mampu menyalurkan bantuan untuk 120 penerima.
Masing-masing 60 penerima untuk perbaikan RTLH dan rehabilitasi atap, lantai dan dinding (Aladin).
Anggaran perbaikan RTLH setiap tahunnya disiapkan sekitar Rp1,2 miliar, di mana setiap penerima mendapat bantuan stimulan senilai Rp20 juta.
Sedangkan untuk Aladin disiapkan Rp450 juta, masing-masing menerima sebesar Rp7,5 juta.
"Kami berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk menentukan proposal yang layak diterima," jelas Sugiyanta.
Baca juga: 7 Warga Terima Bantuan Bedah Rumah dari Baznas Kulon Progo
Kelayakan ditentukan setelah dilakukan verifikasi dan validasi ke lokasi calon penerima.
Setelah lolos, maka bantuan pun siap untuk diserahkan ke warga yang menjadi penerima.
Seperti hari ini, sebanyak 6 warga menerima bantuan perbaikan RTLH dan 1 warga menerima bantuan rehabilitasi Aladin.
Mereka berasal dari Kelurahan Wates, Kapanewon Wates dan Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih.
"Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Kulon Progo," kata Sugiyanta.
Lurah Wates, Bambang Sunartito menyampaikan ada 3 warganya yang menjadi penerima bantuan dari Baznas. Pihaknya turut mengusulkan warga yang bisa menjadi penerima bantuan.
Salah satu indikatornya adalah warga tersebut masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Selain itu, kondisi rumahnya dipastikan memang membutuhkan dukungan perbaikan.
"Selama 2023 sampai 2024 setidaknya ada 30 rumah yang sudah menerima bantuan perbaikan," jelas Bambang.(*)
Dua RTLH di Patangpuluhan dan Pakuncen Yogyakarta Disasar Program Bedah Rumah |
![]() |
---|
Baznas Kulon Progo Luncurkan Lumbung Pangan Tanaman Jagung di Sentolo |
![]() |
---|
Masih Ada 49 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di DIY |
![]() |
---|
Cegah Sebaran Leptospirosis, Wali Kota Yogya Gencarkan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni |
![]() |
---|
Rehabilitasi 61 RTLH, Pemkot Yogya Gelontorkan Rp1,1 Miliar dari APBD 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.