Hikmah Ramadan 1446 H

Nuzul Alquran dan Pembawa Kemajuan

Secara terminologi yang dimaksud dengan Nuzulul Quran adalah cara dan fase turunnya Alquran dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Dr H Nur Ahmad Ghojali MA, Analis Kebijakan, Katim Penyuluhan dan SI Kanwil Kemenag DIY 

Oleh: Dr H Nur Ahmad Ghojali MA, Analis Kebijakan, Katim Penyuluhan dan SI Kanwil Kemenag DIY

TRIBUNJOGJA.COM - Di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)... (QS Al Baqarah 185). 

Menurut Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim Alquran di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas Alquran Universitas Islam Madinah, bahwa Surat Al Baqarah 185, Allah menyebutkan keutamaan bulan puasa, yaitu bulan diturunkannya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia menuju kebenaran, di dalamnya terdapat bukti-bukti yang sangat jelas tentang petunjuk Allah dan penjelasan tentang perbedaan kebatilan dan kebenaran.

Nuzul Alquran berasal dari kata nazzala-yunazzilu-tanzilan yang artinya turun secara berangsur-angsur dan kata anzala-yunzilu-inzalan yang bermakna denotatif "menurunkan." 

Secara terminologi yang dimaksud dengan Nuzulul Quran adalah cara dan fase turunnya Alquran dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa Nuzulul Quran merupakan peristiwa dimana kitab suci Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wahyu pertama dan tanda dimulainya kenabian Rasulullah SAW. 

Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Alquran dari tempat yang tinggi (Lauful Mahfuz) ke bumi. Turunnya Alquran ini diperantarai oleh Malaikat Jibril.

Pada 17 Ramadan 610 M, Nabi Muhammad SAW yang berusia 40 tahun sedang menyendiri di Gua Hira. Tiba-tiba sosok asing dan besar menghampirinya. Sosok tersebut adalah Malaikat Jibril.

Tubuh Rasulullah SAW bergetar karena terkejut dan ketakutan dengan kehadiran Malaikat Jibril. Malaikat Jibril pun memeluk Rasulullah yang gemetar kemudian mengucapkan kata "Iqra’" sebanyak tiga kali. 
Kata "iqra" ini memiliki makna "bacalah".

Rasulullah yang ketakutan pun menjawab "Aku belum mengenal bacaan,". 

Kemudian, Malaikat Jibril pun melanjutkan perkataannya dengan ayat Al-Alaq 1-5 yang berbunyi:

Artinya: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Surat Al-Alaq ini pun menjadi wahyu pertama sekaligus surat pertama di dalam Alquran yang disampaikan kepada Rasulullah SAW. 

Alquran kemudian diturunkan ke bumi secara bertahap selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari dan menjadi pedoman hidup umat Muslim hingga saat ini.

Alquran sangat menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan mengajarkan peran dan tanggungjawab manusia yang diberi amanah ilmu. 

Alquran sebagai pedoman hidup (manhaj al-hayah) menuntun umat manusia agar memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Menurut H.S.M Nasaruddin Latif dalam tulisannya Fakta dan Data Al Qur’an (1391 H), ada empat fakta seputar Alquran sesuai surat Al-Israa (17) ayat 105 dan Al-Hijr (15) ayat 9 .

Pertama, Kitab Suci Alquran adalah benar-benar Wahyu Ilahi yang diwahyukan-Nya kepada Nabi/Utusan-Nya, Muhammad SAW. 

Kedua, Kitab Suci Alquran itu berisi kebenaran mutlak dari Allah yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui.

Ketiga, Nuzul/turunnya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW adalah benar dan tepat, selaku penerima pertama dan pemegang amanat dari Allah SWT yang akan menyampaikannya kepada umat manusia. 

Dan keempat, Kitab Suci Alquran itu, senantiasa dipelihara keaslian dan keutuhan (authenticitasnya) dari tangan-tangan yang hendak merusak keaslian dan keutuhan serta keabadiannya sepanjang kurun zaman, sampai datang waktunya Iradat Ilahiyah akan mengangkatnya kelak di akhir zaman, menjelang pergantian kehidupan duniawi yang fana dengan Hari Akhirat yang kekal abadi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved