Awali Program Safari Subuh, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Kampanyekan Gerakan Penanganan Sampah

Menurut Hasto, sampah harus ditangani bersama oleh masyarakat dan pemerintah, supaya penanganannya berjalan dengan baik, serta optimal. 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Pemkot Yogyakarta
SAFARI SUBUH - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat menyambangi Masjid Al Ikhsan Sayidan, dalam rangka rangkaian Safari Subuh, Minggu (2/3/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memulai rangkaian Safari Subuh Ramadan di Masjid Al Ikhsan, Sayidan, Minggu (2/3/2025).

Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk mengkampanyekan program-program Pemkot Yogyakarta, yang bersentuhan langsung dengan publik.

Salah satunya terkait penanggulangan problem persampahan, yang harus diawali dari kesadaran dan kemauan sumber daya manusiasanya (SDM).

Ia meyakini, berbekal kualitas SDM yang mumpuni, sejatinya Kota Yogya tidak akan kesulitan menangani polemik berkepanjangan tersebut.

"SDM kita luar biasa. Untuk itu, soal sampah ini juga harus dimulai dari orang-orangnya. Tertib tidak buang sampah sembarangan, gotong royong menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Baca juga: Selepas Retret Kepala Daerah, Hasto Wardoyo Ikut Tarawih Perdana di Balai Kota Yogya

Menurutnya, sampah harus ditangani bersama oleh masyarakat dan pemerintah, supaya penanganannya berjalan dengan baik, serta optimal. 

Karena itu, ia mengajak warga untuk mendukung dan berperan aktif dalam program-program penanganan sampah yang telah dicanangkan Pemkot Yogyakarta.

"Depo sampah sudah mulai dibersihkan, dikosongkan, supaya tidak ada lagi pembuangan sampah liar. Ada juga posko dari Satpol PP di beberapa titik untuk pengawasan," cetusnya.

"Kemudian, di tingkat RW, transporter atau penggerobak juga sudah ada, nanti silakan buangnya lewat mereka. Jadi, ayo bareng-bareng kita menangani sampah," tambah Hasto.

Selain bersilaturahmi dengan warga, melalui Safari Subuh, Wali Kota juga menyerahkan beberapa bantuan untuk menunjang sarana prasarana masjid.

Yakni, Rp10 juta dari Pemkot Yogyakarta, Rp2 juta dari Baznas Kota Yogya, 50 buku dari Perpustakaan Kota Yogya dan mukena dari Kemenag Kota Yogya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved