Proyek Fisik Tetap Bergulir di Tengah Efisiensi, Pemkot Yogyakarta Ajak Gapensi Perkuat Sinergi
Pemkot Yogyakarta tetap menyediakan alokasi anggaran untuk proyek-proyek infrastruktur.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta memastikan sejumlah proyek fisik tetap bergulir sepanjang 2025, meski pemerintah pusat menggaungkan efisiensi.
Alhasil, walaupun terjadi penyeusuaian anggaran, eksekutif berkomitmen melanjutkan kolaborasi dan sinergi dengan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan, bahwa Pemkot Yogyakarta tetap menyediakan alokasi anggaran untuk proyek-proyek infrastruktur.
Sehingga, ia pun berharap, para pekerja sektor konstruksi di Kota Yogyakarta tidak patah semangat dalam menyikapi kondisi saat ini.
"Proyek fisik tetap ada, cuma bagaimana skala prioritas dan sebagainya. Teman-teman Gapensi harus tetap semangat," katanya, selepas menghadiri agenda Muscab Gapensi Kota Yogya, Selasa (25/2/2025).
"Pak Hasto (Wali Kota) dan saya berkomitmen melakukan kolaborasi dan sinergi yang konkret bersama semua asosiasi di segala bidang di Kota Yogyakarta," tambah Wawan.
Ia menyebut, Pemkot Yogyakarta saat ini masih menanti petunjuk teknis terkait penggunaan anggaran hasil refocusing yang batal dialokasikan untuk program makan bergizi gratis (MBG).
Menurutnya, ada kemungkinan dana yang terlanjur disisihkan tersebut dapat dimanfaatkan sebagian untuk menggenjot infrastruktur Kota Pelajar.
"Maka, ke depan kita harapkan kolaborasi yang lebih konkret antara pemerintah dengan Gapensi. Toh, di Kota Yogya ini banyak pengusaha konstruksi yang kualitasnya mumpuni," ungkapnya.
Baca juga: Pemkot Yogya Bakal Perkuat Pengolahan Sampah di Hilir, Targetkan 230 Ton Per Hari
Sementara, Ketua Gapensi DIY, Zuharsono Azhari, menuturkan, bahwa pengusaha konstruksi dewasa ini tidak boleh sebatas mengandalkan proyek pemerintah.
Ia pun membandingkan situasi terkini dengan masa-masa pandemi Covid-19 silam, ketika terjadi refocusing anggaran besar-besaran di sektor infrastruktur.
"Bagaimana caranya kita harus membuat anggota bangkit lagi, dengan mencari pekerjaan di luar pemerintah. Kalau hanya mengandalkan pemerintah, akan sangat berat," terangnya.
Zuharsono mengungkapkan, pada awal 2025, sudah terjadi beberapa pembatalan lelang proyek pemerintah yang sedianya bakal diikuti para anggota Gapensi.
Kondisi yang nyaris tanpa pekerjaan hingga menjelang bulan ketiga, memaksa para pengusaha konstruksi memutar otak dengan banting stir ke bidang lain.
"Januari-Februari ini belum ada proyek, kecuali yang multi years. Makanya, banyak pengusaha yang alih profesi, buka rumah makan, hotel, kos-kosan, toko dan sebagainya. Karena sulit kalau hanya mengharapkan proyek pemerintah," pungkasnya. (*)
Pemda DIY Perlu Efisiensi dan Genjot PAD untuk Siasati Pemangkasan Danais 2026 |
![]() |
---|
Pemkot Yogyakarta Bangun Sistem Satu Data, Intervensi Program Lebih Tepat Sasaran |
![]() |
---|
Dana Transfer Daerah 2026 Berpotensi Dipangkas Rp200 Miliar, Wali Kota Yogyakarta: Ada Refocusing |
![]() |
---|
Jadi Tuan Rumah Forum Smart City Nasional 2025, Kota Yogyakarta Dorong Realisasi Program Satu Data |
![]() |
---|
Pemkot Yogyakarta Optimis Paket Strategis 2025 Bisa Diselesaikan Tepat Waktu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.