Viral Sungai Spot Mancing di Bantul Berbusa, DLH dan Panewu Cek Lokasi
Lokasi munculnya busa itu berada di sungai selatan kampus swasta tepat di Jalan Monumen Perjuangan, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Beredar kabar di media sosial, salah satu sungai di Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, berbusa dan diduga tercemar limbah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi, mengatakan, pihaknya telah mendapat kabar tersebut sejak Rabu (19/2/2025) malam dan baru dilakukan peninjauan pada Kamis (20/2/2025).
"Lokasi munculnya busa itu berada di sungai selatan salah satu kampus swasta tepat di Jalan Monumen Perjuangan, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan," katanya kepada Tribunjogja.com.
Adapun hasil pengecekan kondisi sungai tersebut tidak ditemukan busa. Kemudian, tim pihaknya juga melakukan penelusuran ke Bendung Kertopaten, hasilnya juga tidak ditemukan busa.
"Tim kami juga sempat bertanya ke warga yang berada di utara jembatan surya global. Hasilnya tidak ada yang mengetahui sumber limbah tersebut," papar Bambang.
Kemudian, pihaknya melakukan verifikasi lanjutan di bendung lain yang berjarak 300 meter dari lokasi sebelumnya. Hasilnya juga tidak ditemukan busa pada air sungai.
"Lalu, informasi dari pemancingan yang ada di lokasi juga tidak ditemukan ikan mati," ujarnya.
Terpisah, Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa, mengaku mendengar kabar tersebut. Pihaknya juga telah melakukan pengecekan di lokasi yang viral tersebut.
"Hasil dari pengecekan tim kami, di lokasi itu sudah tidak ada busa. Jadi, kondisinya sudah normal. Hanya ada air yang mengalir saja. Tidak ada busa di sana," papar dia.
Sampai saat ini, pihaknya tidak bisa memastikan dari mana sumber busa tersebut. Akan tetapi, secara sekilas, busa itu dinilai mirip dengan busa detergen atau busa sabun sejenisnya.
Di sisi lain, Nyoman menyampaikan, di lokasi itu kerap dipergunakan sebagai tempat memancing.
Namun, sampai saat ini, pihaknya belum menemukan kondisi ikan yang mati mendadak di aliran sungai akibat limbah tersebut.
"Ya kalau itu betul kejadiannya (sungai berbusa) dan pas dicek tadi sudah tidak ada, ya masyarakat kami minta untuk tetap hati-hati saja. Karena tidak tahu kita, itu pencemaran dari mana dan airnya jangan dipergunakan untuk dikonsumsi," tutup dia.(nei)
Reaksi Orang Tua di Bantul soal Maraknya Keracunan MBG: Pemerintah Kurang Profesional |
![]() |
---|
DPRD Bantul Tergetkan Perubahan Perda Tentang LP2B Rampung pada Triwulan III 2025 |
![]() |
---|
Pria Asal Sukoharjo Nekat Masuk Rumah dan Curi Ponsel di Sewon Bantul |
![]() |
---|
Pria di Bantul Curi Sepeda Motor Milik Tetangga, Awalnya Ngaku Kepepet Ternyata Karena Sakit Hati |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca DI Yogyakarta Hari Ini Kamis 28 Agustus 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.